FikryFatullah.com

Got It?

Leave a Comment

Saya sering menerima pertanyaan dari murid-murid Saya, yang jawabannya akan sangat mudah dijelaskan bila pemahaman si murid telah mencapai tingkatan tertentu dalam pemahamannya akan musik. Namun sering kali pertanyaan paling liar dan paling menantang datang dari murid-murid pemula atau yang tingkat pemahamannya akan teori musik masih sangat mendasar.



Dari pertanyaan-pertanyaan “biasa” seperti: “Gitarisnya Raja itu pake Scale apa?”, “koq Billy Sheehan maennya bisa kaya gitu?”, “siapa bassist paling jago bang?”. Pertanyaan-pertanyaan yang sedikit berbobot seperti: “groove itu sebenernya apa?”, “Yang di pake Wima J-Rock di lagu Ceria itu teknik walking bass ya? berarti lagunya jazz donk? napa namanya ga J-Jazz?” (yang terakhir karangan ndiri… ^_^). Hingga pertanyaan-pertanyaan super sesat seperti: ““5/4 itu cuma bisa di kunci minor ya?” atau “kalo tempo abis batere gantinya gimana bang?”.





Nah, menghindari atau tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya akan membuat si murid mencari jawaban di tempat lain yang sumbernya juga belum tentu benar. Jadi sebisa mungkin Saya akan semua pertanyaan yang datang ke Saya, terlepas dari segila apapun pertanyaan itu.



Disisi lain kemampuan setiap orang untuk mengolah informasi tidak sama, beberapa kali Saya datang dengan jawaban yang sangat brilliant melalui hasil riset, namun menjadi sia-sia karena si murid tetap tidak mengerti (jika tidak makin bingung).



Misalnya begini, Saya berusaha menjelaskan apa itu 5/4 dalam musik, artinya saya harus menjelaskan tentang odd times, yang tentunya mengarah lagi ke time signature. Nah, menurut Wikipedia time signature adalah:



A notational convention used in Western musical notation to specify how many beats are in each measure and which note value constitutes one beat.”



Membantukah? mungkin iya untuk anda yang memiliki latar belakang musik yang kuat atau pengetahuan akan Bahasa Inggris yang baik. Tapi tunggu dulu, penjelasan diatas masih membahas definisi time signature tetap belum menjawab apa itu 5/4 dalam musik, belum lagi menerapkannya.



Jadi, Saya berusaha menemukan cara paling sederhana untuk menjelaskan hal-hal paling kompleks sekalipun. Salah satu cara yang paling ampuh adalah melalui hal-hal yang sering Anda jumpai sehari-hari, atau dengan kata lain: dengan contoh.



Sekang Saya akan menunjukkan contoh lagu dengan 5/4 time diseluruh lagunya:



Akeboshi - Wind


Untuk Anda penggemar film animasi “Naruto”, Anda akan cukup familliar dengan lagu tersebut. Ya ini adalah lagu soundtrack untuk ending theme dari film Naruto judulnya “Wind”. Jika Anda tidak pernah menonton Naruto, tetap film ini sangat mudah dijumpai di salah satu TV Swasta dengan jadwal yang tetap setiap hari. Ya, itulah 5/4 time, mungkin anda tidak bisa menjelaskannya secara verbal, tetapi setidaknya anda jadi “tahu” bagaimana musik dengan time 5/4. Walaupun Anda baru mengetahui sangat sedikit dari lagu tersebut, kemungkinan besar minat anda untuk mendalami 5/4 time menjadi lebih besar dari sebelum anda mendengarnya. Cara ini juga tidak akan berhasil jika contoh yang digunakan sulit untuk di dapat, misalnya Saya mencontohkan dengan lagu “Take 5”, Anda mungkin tidak mengetahui lagunya seperti apa, siapa yang memainkan, atau dimana mendapatkannya, setelah mendapatkannya pun anda belum tentu bisa menikmatinya jika anda tidak memiliki minat sama sekali dengan Jazz.



Contoh lain. Banyak yang menanyakan kepada Saya: “Clave itu apaan sih?”. nah Saya akan kembali menjawabnya dengan cara yang sama:



Dora The Explorer - Opening Theme


Yang ini cukup spesial karena kecil kemungkinan anda belum pernah mendengar theme song ini. Nah 2-3 Clave itu adalah suara seperti ketukan kayu yang pertama kali Anda dengar saat lagu ini di mulai.



Banyak cara mudah untuk menjelaskan hal sulit, terutama dalam musik. Musik pada dasarnya adalah matematika sederhana yang ditambahkan penjiwaan didalamnya sehingga menjadi karya seni yang indah. Terkadang cara penjelasannya tidak elegan atau malah konyol, namun jika Anda dan semua orang dapat memahaminya kenapa tidak digunakan?



Cara diatas hanya salah satu dari sekian banyak cara tersebut. Saya juga sering menggunakan Analogi untuk menjelaskan sesuatu walaupun terkadang sangat tidak berhubungan. Perhatikan sekitar Anda karena kemungkinan pertanyaan apapun yang ada di kepala Anda sekarang jawabannya mungkin terdapat di depan mata Anda.



Albert Einstein adalah salah seorang yang sangat ahli menjelaskan hal yang sangat rumit dengan analogi yang begitu sederhananya hingga anak kecil pun dapat memahaminya. Ingat bagaimana beliau menjelaskan Teori relativitasnya ke dunia?



Bayangkan Anda menghabiskan 5 Menit duduk diatas bara bara api yang panas dan Saya duduk 5 menit bersama seorang wanita cantik.”



Got It?


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar