FikryFatullah.com

The Rise Of Jackie Chan

Leave a Comment

Kecuali jika Anda tinggal di gua, Anda tentu mendengar tentang berita meninggalnya Jackie Chan Selasa 29 Maret 2011 kemarin. Kabar itu sempat merebak dan menjadi Trending Topic di situs microblogging Twitter. Namun seperti kabar Mick Jager beberapa waktu yang lalu kabar ini juga ternyata HOAX. Artinya Jackie Chan MASIH hidup.

Namun tadi pagi, Rabu 30 Maret Trans 7 menayangkan berita meninggalnya Jackie disalah satu acara gossipnya. Laporan itu dibuka dengan kata-kata “dunia kembali berduka”. Dunia mana?

 

Photobucket

 

Sesaat setelah berita itu menyebar tgl 29 sudah banyak sekali tanggapan tidak percaya yang saya baca di timeline saya. Dan tidak berapa lama berita itu sudah terbukti salah. Bahkan telah banyak user Indonesia yang mengabarkannya di Twitter, termasuk account “sekelas” @sherinamunaf yang kemudian di re-tweet lebih dari 100 orang.

 

Photobucket

 

Bahkan situs resmi jackiechan.com pun langsung membantah dan merilis foto-foto kegiatan Jackie membantu korban gempa jepang, apa Trans7 tidak melakukan riset terlebih dulu? Hanya beberapa menit selang berita tersebut keluar di TV seorang kaskuser mengklarifikasi kabar tersebut disini.

Kasus media “Tua” seperti TV dan kolaborasinya dengan social media yang tidak berjalan mulus juga pernah dialami beberapa stasiun TV lain. Masih ingat kasus TVOne?

Jadi pelajaran apa yang bisa kita ambil? di Social Media bukan SIAPA Anda yang penting, namun apa MANFAAT Anda untuk orang lain. Hal ini sedikit berbeda dengan TV atau media lain karena isi beritanya bisa saja terpengaruh sentimen si reporter atau hasil-hasil riset yang sangat tidak akurat yang langsung dirilis karena sudah kejar tayang.

Ingat kasus Ahmad Dhani memukul wartawan Global TV dan langsung 3 stasiun TV jaringan MNC membombardir kita dengan berita seputar itu terus? Boring.

Di social media kita tidak punya waktu untuk content repetitif yang dikemas dalam bentuk berbeda, begitu banyak pilihan, begitu sedikit waktu.

Disatu sisi saya juga tidak percaya dengan orang (terutama marketer) yang mengatakan TV sudah mati dan internet dan social media akan menggantikannya. Hei, ingat dulu ada lagu “Video Kill A Radio Stars” which is video musik pertama yang ditayagkan oleh MTV? Sampe sekarang Bintang-Bintang Radio masih ada tuh, lihat Pandji, Farhan, dan beberapa nama besar lain yang besar melalui jalur radio.

Social media dapat melengkapi TV (ataupun media lain). Saya yakin banyak tweet Anda terjadi setelah melihat sesuatu di TV. TV juga dapat menyampaikan sesuatu yang kebanyakan layanan social media sekarang (well.. mungkin youtube) belum bisa menyampaikannya: EMOSI. Text tidak akan pernah menyampaikan emosi sebaik video dan audio. Namun bukan berarti saat Kita menguasai sebuah media raksasa artinya kita bisa menguasai social media. Dunianya berbeda, caranya berbeda.

Belajarlah bersosialisasi (lagi), ingatlah pepatah “tak kenal maka tak sayang” dan maaf, sepertinya beberapa stasiun TV belum kenal tuh sama social media.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar