FikryFatullah.com

iSocial – The Apple Way In Social Media

Leave a Comment

Apple. Brand ini sekarang seperti memiliki sinergi dengan kata “Inovasi”. Semua orang menanti produknya. Antrian pasti terjadi saat Apple meluncurkan produk-produk terbaru mereka. Para penggemar gadget tentunya ada dibarisan paling depan. Ada yang langsung menabung begitu mengetahui tanggal rilis produk terbaru. Ada yang bela-belain jualin barang-barangnya, ada yang ngutang, pokoknya segala cara. Produk-produk Apple begitu desirable, semua orang menginginkannya.

“Kayanya asik nih kalau terhubung secara social dengan Apple. Secara, ini era social media gitu loh!” adalah kalimat yang terngiang saat saya mem-browse account resmi Apple dibeberapa saluran jejaring sosial.

Dimulai dari Facebook….

ga ada..

Next, Twitter….

nope..

LinkedIn, Blog, bahkan (ehem) MySpace… tetep ga ada..

Hanya ada di Youtube yang mungkin tidak se-sosial layanan lain seperti Twitter, blog atau Facebook. Why? bukankah sekarang saat terbaik untuk mengambil momentum seperti ini? Apalagi untuk perusahaan seperti Apple yang produknya dibicarakan semua orang di layanan jejaring sosial. Kita sudah melihat bagaimana perusahaan seperti Zappos meraih kesuksesan besar dengan memanfaatkan jejaring sosial, begitu banyak contoh, begitu banyak studi kasus. Telah banyak perusahaan yang merasakan manisnya low cost-high impact marketing dengan menggunakan layanan jejaring sosial. Sekarang era-nya Apple, bukankah sudah saatnya melengkapi (baca: menyempurnakan) kesuksesan produk-produk Apple dengan menggunakan metode marketing modern ini? Dan saya yakin Anda setuju bukanlah hal yang sulit untuk perusahaan sekelas Apple memulai kehadirannya di jejaring sosial, sekarang!

Sumber gambar

Jika kita melihat “kelakuan” petinggi Apple: Steve Job, maka Anda mungkin sadar bahwa memang pada dasarnya Apple memang sebuah perusahaan anti-sosial. Lihat saja emailfromstevejobs.com yang berisi kompilasi email-email jawaban yang pernah dikirim oleh pria yang identik dengan sweater hitam dan jeans belel itu. Dari kumpulan email tersebut terlihat bahwa jawaban Steve terhadap email-email tersebut sangat tidak baik. Steve seperti tidak ingin pelanggannya untuk menganggunya. Perusahaan Anti-marketing yang Anti- sosial? Hal ini sudah terlihat bahkan saat Steve memulai Apple. Steve seperti ingin menanamkan budaya anti-social ini ke perusahaannya. Sudah nonton “Pirates Of Silicon Valley?”

Saya bukanlah penggemar produk Apple, kalau boleh jujur ya karena harganya, hehe.. Saya juga sering sekali mengalami kejadian dimana saya rapat dengan 2 rekan saya, mereka masing-masing membawa iPad. Namun dalam rapat yang rata-rata berdurasi 2 jam itu netbook saya yang harganya hanya 25% harga iPad lebih banyak menyelesaikan masalah. Tidak ada wifi, saya bisa online pakai modem, iPad 3G banyak masalah? Nulis document? ya jelas lebih mudah, bahkan jika harus riset pasar on the spot, saya bisa menyelesaikannya lebih cepat. So? kenapa harus ngutang beli iPad?

Namun demikian harus saya akui semua hal tentang Apple memang luar biasa. Begitu luar biasanya bahkan Apple sampai harus membuat video iklan sendiri mengenai Cover-nya saja. Sangat banyak juga orang yang merekam video saat mereka pertama kali membuka kotak iPad untuk memberitahukan pengalaman mereka kepada dunia. Pengalaman! Ya, itulah yang Apple tanamkan kepada pelanggannya. Mereka memiliki produk-produk yang begitu luar biasa sehingga walaupun mereka memilih untuk menjadi perusahaan anti-social yang angkuh, pelanggan mereka seperti cuek atau memaafkan “kelakuan” Apple. Itu juga yang mungkin menjadi alasan kenapa Apple memilih untuk memiliki channel resmi di Youtube. Twitter sebagian besar hanya berupa text, Facebook? well… it’s Facebook. Namun Youtube sebagai wadah untuk berbagi video terbesar di dunia akan mampu untuk menyampaikan sekelumit pengalaman seperti apa yang Anda dapat jika Anda memiliki produk Apple. Video akan mengikat kita secara emosional.

Adalah Guy kawasaki, Mantan Chief Evangelist dari Apple yang banyak menjelaskan tentang metode pemasaran Apple. Saya belakangan banyak mendengar interview dan video seminar orang yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai penulis dan memberikan seminar itu. Saat mendengar sesi wawancara Guy, berkali-kali ia menyebutkan bahwa Apple memanglah perusahaan anti-social. Namun setelahnya ia selalu tidak menyarankan perusahaan lain untuk menggunakan cara-cara Apple. Walaupun ada buku dengan judul yang serupa, menurut Guy tidak ada yang namanya “The Apple Way.” Ada beberapa alasan kenapa Guy tidak merekomendasikan perusahaan lain untuk mengikuti cara-cara Apple, diantaranya adalah:

  1. Steve Jobs adalah pribadi yang sangat unik, menurut Guy tidak akan ada Steve Jobs yang kedua.
  2. Kesuksesan Apple bukan karena sesuatu yang mereka lakukan sekarang. Artinya Apple sukses bukan karena Apple memulai trend tablet dengan meluncurkan iPad ataupun iPhone 4 baru-baru ini, namun budaya perusahaan yang unik yang telah lama menjadi bagian dari Apple. Salah satunya adalah Apple memiliki cara yang unik untuk membangun jaringan dengan pembuat aplikasi untuk App Store.
  3. Akan sangat sulit untuk membuat produk yang benar-benar luar biasa seperti produk-produk Apple dan mem-back-up-nya dengan layanan seperti App Store dan iTunes. Jika Anda memiliki produk yang “biasa-biasa” saja maka Anda harus memiliki system pemasaran yang luar biasa.

Menurut saya, kita (sebagai pengguna atau pengagum Apple) adalah duta-duta mereka di jejaring sosial. Kita membicarakan Apple setiap waktu, dari seluruh dunia. Bukan sekedar membicarakan, kita sepertinya berlomba-lomba untuk menjadi yang tahu paling banyak mengenai Apple, menjadi yang pertama untuk melihat dan menyebarkan foto produk Apple. Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel dimana Apple sudah dianggap sebagai agama baru. Berlebihan? mungkin, tapi melihat dari perilaku beberapa penggunanya, memang sepertinya mereka mengkultuskan produk ini. Kalau sudah begini siapa yang butuh account Twitter?? Siapa yang butuh corporate blog??

Pernyataan saya diatas juga didkung oleh Brian Solis dalam wawancaranya dengan Guy Kawasaki. Silahkan Anda berhenti dulu membaca dan nonton video wawancara ini, bagus sekali.

Apple adalah anomali, keanehan di jagad raya jejaring sosial. Mau kita gunakan atau tidak, jejaring sosial ada dan semakin meresap ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Apple memilih menggunakan Youtube untuk memberi sekelumit pengalaman dengan produk mereka. Walaupun bersifat satu arah, pendekatak anti-social ini sepertinya berhasil untuk Apple. Sekali lagi Apple menunjukkan inovasinya, kali ini dalam pemasaran. Mereka memilih menggunakan layanan jejaring sosial yang tidak akan kehilangan trend atau bahkan jaringan internet. Mereka memilih menggunakan kita sendiri sebagailayanan jejaring sosialnya.

Untuk mendengar wawancara dengan Guy Kawasaki oleh Copyblogger silahkan klik disini.

Oh, ngomong-ngomong Anda sudah melihat iklan iPad 2 yang baru?

Anda memiliki pengalaman dengan produk Apple? ayo share di bagian comment.

“Not Intrested” - Steve Jobs

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar