FikryFatullah.com

Live Streaming Peluncuran Album Geisha

Leave a Comment

Tanggal 31 Maret 2011 kemarin mungkin menjadi salah satu peristiwa penting di dunia media digital di Indonesia. Pada hari itu salah satu band pop Indonesia: Geisha, meluncurkan album ke-2 mereka berjudul “Meraih Bintang” dengan cara live streaming melalui situs musikkamu.com.

Sekitar seminggu sebelum acara tersebut Geisha telah melakukan latihan yang juga ditayangkan secara live streaming dari musikkamu.com. Live streaming saat latihan ini menunjukkan sisi Geisha yang lebih santai. Terlihat Momo (vokalis) yang dengan santai mengaku bahwa lirik yang ada dalam blackberrynya salah ketik sedangkan lagu yang mereka bawakan selanjutnya adalah lagu baru yang liriknya belum ia hafal. Pada sesi latihan ini user dapat memilih sendiri dua angel kamera yang berbeda untuk menonton video live streaming-nya. Nice!

Geisha

Pada page tempat ditayangkannya video terdapat beberapa widget social media, yaitu feed untuk Twitter pada sebelah kanan, Facebook comment di bagian bawah. Komplit!

Setelah sesi latihan usai, user dapat melihat kembali rekaman latihan Geisha yang terus ada untuk menunggu launching pada tanggal 31. Kini pada bagian atasnya terdapat countdown menuju hari-H.

Geisha2

 

Beberapa hari kemudian jauh diluar sana, band international Maroon 5 pun sedang melakukan hal yang sama, mereka tampil dalam format yang lebih radikal yakni 24 jam live streaming, edan!

Maroon 5

Nah tentu saja kalau sudah begini tangan saya gatel untuk membandingkan ke-2 event live streaming ini, bukan untuk mencari apa dan siapa, namun untuk kepentingan belajar semata.

Maroon 5 tampil dengan page yang heboh. berlatar belakang nuansa Coca Cola sebagai sponsor utama mereka. Namun ini bukan saya anggap kelebihan lho, karena jadinya kok malah kaya kehebohan yah?? Disatu sisi tampilan musikkamu.com sangat simple namun tepat guna. Maroon 5 juga tidak memiliki pilihan angel kamera. Ga penting sih, tapi kan fun. Namun Maroon 5 memiliki system database rekaman video-video mereka yang telah lewat yang bisa kita tonton kapan saja dan balik ke streaming lagi sesuka kita. Nah ini kekurangan besar yang tidak dimiliki musikkamu.com. Kita sebagai user di internet tidak biasa “ketinggalan” event di dunia maya. Kita selalu bisa pause, lanjut lagi, bongkar timeline, cek email jadul, dll dsb. Intinya di internet kita terbiasa semuanya ada di kendali kita. jadi saat kendali itu hilang rasanya seperti menonton TV biasa, hilang deh rasa “pengalaman pertama” yang tadinya begitu melekat.

Setelah selesai nonton Maroon 5 jadi makin semangat nungguin launching Geisha tgl 31 Maret jam 5. Saya langsung mengosongkan jadwal, men-set reminder di hp, dan menanti.

menanti..

menanti..

Akhirnya hari bersejarah itu tiba. Koneksi? Cek, Speaker? Cek, Cemilan? Cek. Dan tweet dari @musikkamu: “Live streaming Geisha dimulai sekarang…..” pun muncul.

Connect!

Lalu…

Photobucket

Coba lagi…

Refresh…

Masih sama…

Satu jam kemudian pun masih sama.. Beberapa orang juga mengalami nasib yang  sama dari timeline Twitter. Video-nya ga stream. Ga tau kenapa padahal waktu latihan semua lancar jaya. Saat launching ini musikkamu.com menambah fitur angel kamera menjadi 5 sudut.

Satu pun tidak ada yang menampilkan apa yang sedang terjadi.. aaarrrgghhhh…!!!

Rasanya kaya udah lamaaaa banget beli tiket tapi ketinggalan pesawat gara-gara sesuatu yang kita ga tau kenapa padahal pesawatnya didepan mata.

Terlewatlah peristiwa sejarah itu, saya akhirnya hanya bisa mengetahui apa yang terjadi melalui feed twitter yang ada disebelah kanan. Sedih? Pasti.

Apa yang membuat launch album secara streaming berbeda dari biasa? Ok, Anda dapat menyaksikan seluruh prosesi video tersebut tanpa sensor, tanpa iklan, tanpa hambatan apapun. Namun menurut saya sisi yang paling menjual dari video streaming live adalah keterlibatan emosi yang begitu dalam dari user yang menontonnya. Anda dapat melihat sang musisi dibelakang layar. Anda dapat melihat yang tadinya tidak terlihat, jeda antar lagu (yang di panggung pun biasanya tidak terlihat karena lightning biasanya mati), kesalahan-kesalahan minor, dan hal-hal lain yang membuat sisi lemah sang musisi keluar. Sisi manusiawinya, sisi yang membuat Anda merasa bahwa mereka adalah manusia seperti Anda dan saya. Sisi lemah tersebutlah yang membuat keterikatan batin yang begitu kuat.

Bukankah sisi “belakang layar” ini yang membuat Anda membeli DVD original yang harganya sampai 10 kali lipat dari DVD bajakan? Bukankah sisi lemah ini yang membuat Anda ingin membeli Buku biografi seseorang? Nah, sayangnya sisi-sisi emosional ini pastinya akan di edit saat video ini ditayang ulang. Padahal sisi belakang layar adalah “bonus content” kalau di fitur DVD, persis dengan yang kita jumpai di “behind the scene” sebuah film. Namun sayangnya “bonus content” seringnya tidak menyampaikan ide dasar dibuatnya DVD tersebut hal itu lah yang membuat orang mau membeli dvd bajakan, hal itulah yang membuat hanya akan “main event” yang ditayangkan di re-run.

Walaupun saya melewatkan peristiwa bersejarah ini saya sangat senang sudah Ada yang cukup edan memulai ini semua, hormat saya untuk musikkamu.com, langitmusik.com, Telkomsel, Pak @nukman dan tentu saja Geisha yang mau jadi “korban” percobaan bersejarah ini. Saya menulis ini bukan untuk membahas masalah jaringan, infrastruktur, dll. Bosen ah. Biarlah kesalahan-kesalahan dan kekecewaan beberapa user menjadi pelajaran untuk menjalankan ide-ide yang lebih edan lagi untuk kita.

Sinting itu penting.

 

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar