FikryFatullah.com

Sedekah Tidak Harus Ikhlas - Wawancara Dengan @PencintaSedekah

Leave a Comment
Berbagi! itulah yang sepertinya memang trend masyarakat di social media terutama di Indonesia sedang bergerak kesana. Social media telah memicu kelahiran yang pernah Simon Salt bilang: “Sharing Costumer.” (Anda dapat men-download manifesto lengkapnya disini.) Salah satu wujud berbagi yang paling nyata adalah dengan uang atau sederhananya: bersedekah. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai @pencintasedekah yang sudah berhasil memanfaatkan social media untuk memobilisasi sebuah gerakan bersedekah.





Saat memberikan seminar dan workshop “UKM 2.0” di Pekanbaru beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan bertemu langsung dengan salah satu penggagas komunitas Pencinta Sedekah. Sebagai catatan penggagas komunitas Pencinta Sedekah tidak bersedia untuk saya tulis identitas aslinya, jadi dari sini beliau akan saya sebut dengan PS. Berikut ini adalah ringkasan percakapan saya dengan PS:


Bagaimana berdirinya Pencinta Sedekah?
Pencinta Sedekah berdiri pada tanggal 08 September 2009, awalnya dari Facebook. Lalu tercetus ide untuk membuat sebuah acara ngumpul-ngumpul, awalnya buka puasa, namun kami ingin yang memiliki nilai charity. Dengan dana yang hanya berawal dari kami saja, kami mengundang anak-anak yatim. Nilai yang tersedia saat itu dari kami saja hanya 10 Juta Rupiah. Lalu saya coba post ke Facebook, siapa tahu ada teman-teman lain yang tertarik. Alhamdulillah ternyata sambutan yang kami dapat luar biasa. Akhirnya saat acara terkumpul dana lebih dari 21 Juta Rupiah. Saat itu lah kami memutuskan untuk membangun sebuah komunitas “Pencinta Sedekah.”



Pencinta Sedekah menggunakan channel social media apa saja??
Selain Facebook kami menggunakan blog berbasis Wordpress dan tentu saja Twitter. Rencananya kami akan mulai menggunakan Youtube karena sudah memiliki beberapa stock video untuk di unggah.



Apa tujuan Pencinta Sedekah menggunakan social media??
Seteah menjalankan gerakan ini kami merasakan banyak sekali orang-orang yang bisa kita bantu. Sementara disisi lain kita hanya bisa menyalahkan keadaan. Pemerintah seperti ini lah, ini harusnya begitu lah, dan lain-lain. Padahal jika kita bisa melakukan perubahan walaupun kecil sekali, efeknya bisa sangat luar biasa. Seperti Butterfly Effect, dimana kepakan sayap kupu-kupu disuatu tempat dapat menghasilkan badai di tempat lain.Sekarang Pencinta Sedekah sudah memiliki banyak sekali kegiatan, bahkan sudah merambah ke berbagai kota diluar Pekanbaru. Untuk yang diuar Pekanbaru kami malah belum pernah ketemuan satu kalipun. Semua kegiatan seperti di: Jakarta, Bekasi, dan lain-lain hanya dikoordinasikan melalui social media terutama Twitter.



Contoh kegiatannya seperti apa??
Kita pernah membuat seminar, seminar tersebut benar-benar dibuat secara professional yang bertujuan untuk menggalang dana, ada tiket yang dijual dan pembicara yang diundang juga. Dari event seperti itu dapat terkumpul sedekah bernilai 50 jutaan. Kegiatan lain yang rutin adalah buka puasa bersama, dan kunjungan ke panti asuhan. Ada juga lomba kegiatan anak dimana nantinya lukisan anak-anak tersebut dilelang yang hasilnya akan disedekahkan kembali.



Ceritakan sedikit mengenai buku “Ternyata Sedekah Tidak Harus Ikhlas.”
Awalnya beberapa kali ide ini kami lontarkan ke Facebook dan Twitter. Namun banyak diantara follower dan fans kami salah menangkap maknanya. social media (terutama Twitter) memiliki keterbatasan untuk menjelaskan idenya secara keseluruhan. Hanya karena perbedaan tanda baca saja bisa banyak yang salah mengerti. Karena itulah tujuan buku ini dibuat, agar keseluruhan maknanya dapat diresapi oleh semua orang.


Sedekah Tidak Harus Ikhlas


Jadi Pencinta Sedekah bukan merupakan bagian pemasaran komunitas social media untuk membantu penjualan buku??
Oh bukan. Buku itu lahir setelah setahun berdirinya Pencinta Sedekah dan didasari karena masih banyaknya terjadi perbedaan pemahaman mengenai konsep sedekah tidak harus ikhlas. misalnya saat saya tweet: “Sedekah itu tidak harus ikhlas lho, kita sedekah aja nanti lama-lama bakal ikhlas sendiri.” masih banyak sekali terjadi perbedaan pemahaman diantara follower. Jadi akhirnya ide ini dirangkum dalam sebuah bentuk holistik untuk menjelaskan idenya dari awal sampai akhir dan tentunya untuk melengkapi Pencinta Sedekah serta mencegah kesalahpahaman seperti yang diatas terulang kembali.



Bisa Anda ceritakan sedikit mengenai penggunaan blog?
Blog sebenarnya tidak jauh berbeda dengan buku. Sebahagian isinya ada di buku namun dalam fragment-fragment yang terpisah dan tidak saling terhubung. Blog juga berisi kegiatan-kegiatan komunitas Pencinta Sedekah dan sebagai media interaksi juga, karena setiap post artikel baru pasti akan langsung ada yang komentar. Blog juga berisi detail bagaimana jika ingin bersedekah melalui Pencinta Sedekah dan juga jika ingin bergabung.



Blog PS


Ceritakan sedikit mengenai Twitter: @pencintasedekah yang mampu meraih 16 ribuan follower dari yang awalnya hanya 500-an dalam waktu sekitar 3 bulan.
Awalnya @pencintasedekah sudah dibuat dari tahun 2009 namun di link secara automatis ke Facebook. Jadi saat Facebook update status maka otomatis akan ter-tweet. Dengan begini saat follower @pencintasedekah ada yang mention atau reply ya saya tidak tahu dan tidak begitu memperhatikan. Jadi dari 2009 sampai April 2011 itu followernya cuma 500 orang. Nah ketika saya lihat Facebook mulai ditinggalkan, saya mulai lebih banyak menghabiskan porsi social media di Twitter. Saya juga cukup kaget dengan pertumbuhan follower yang begitu pesat, saya juga tidak tahu bagaimana bisa seperti itu, saya rasa cukup fenomenal juga, artist enggak, terkenal enggak.


@pencintasedekah


Titik berat penggunaan Twitter sebagai apa??
Sifatnya kebanyakan sebagai artikel singkat harian dan cukup sering saya ulang. Twitter kan sifatnya sangat dinamis jadi mungkin saat saya tweet tidak semua follower saya saat itu membaca, jadi saya ulangi lagi biasanya dalam seminggu.



Sekarang Facebook Pencinta Sedekah bagaimana?
Untuk Facebook sendiri sudah ada orang yang menangani dari Jakarta karena waktu saya sudah tidak sempat. Orang ini juga saya tidak pernah jumpa sebelumnya. Kami hanya berbagi semangat Pencinta Sedekah. Facebook sampai saat ini juga masih aktif memberikan informasi apa saja mengenai sedekah.



Ada saran untuk orang yang ingin memulai movement yang serupa melalui social media?
Untuk di Twitter kan itu jejaring informasi, jadi ya kita harus aktif terlebih dahulu berbagi informasi. Lalu kita harus mendefinisikan positioning kita ada dimana di Twitter. Seperti @pencintasedekah yang hanya membahas sedekah. Mungkin disana sini menyerempet ke tema lain, namun selama masih ada hubungannya dengan sedekah ya tidak apa-apa. Jadi ya terus saja berbagi sehingga orang jadi merasa butuh untuk mengikuti tweet kita. Cepatnya pertumbuhan @pencintasedekah menurut saya karena followernya banyak yang merupakan account-account yang berpengaruh di Twitter. Seperti @ranggaumara @jayayea @ipphoright. Saya juga memposisikan semua orang sebagai guru saya di Twitter walaupun hampir semuanya saya belum pernah jumpa.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai Pencinta Sedekah silahkan Anda mengunjungi:
Blog
Facebook
Twitter

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar