FikryFatullah.com

Beauty Is….

Leave a Comment

Briptu Eka

Jika Anda punya wajah cantik, dan pernah sesekali masuk TV atau majalah, silahkan buat akun social media mana saja, tinggalkan, dan lihat akun tersebut tumbuh dan berkembang dengan sendirinya.

Sebagai contoh, lihat saja Akun Briptu Eka di Twitter yang kemungkinan adalah akun palsu: @ekaNTMC

Akun yang belum pernah sama sekali nge-tweet ini memiliki 817 follower. Sementara banyak fakir-fakir follower diluar sana yang akan melakukan segala cara untuk mendapat follower sebanyak itu, akun ini melakukannya tanpa meneteskan keringat sedikitpun.

Briptu Eka Palsu

Jadi kami harus cakep baru dapet banyak follower gitu fik??

Bukaaan…!!!!

Namun prinsip tersebut bisa kita gunakan ke social media. Jika Anda punya kemampuan mendesign blog yang bagus, maka lakukanlah, nantinya itu akan membantu. Namun jika tidak, maka Anda dapat mengaplikasikan keindahan itu dalam tulisan, tweet, foto, ataupun video yang akan anda post.

Untuk foto, tugas Anda sekarang lebih mudah. Aplikasi seperti Instagram benar-benar telah berhasil memberikan kedalaman emosi untuk sebuah foto. Untuk content berformat text, video atau apapun Anda tidak usah khawatir, Anda hanya butuh satu faktor pendukung: EMOSI!!

Emosi paling mudah jika kita sampaikan melalui CERITA.

Nah Cerita itu memiliki beberapa element,diantaranya:

1. Plot

Bagaimana awal ceritanya? Apa konfliknya? Bagaimana akhirnya?? tiga pertanyaan tersebut akan memberi Anda gambaran bagaimana menceritakan ide Anda ke pembaca atau follower Anda.

2. Character

Siapa tokoh yang ada di dalam cerita itu. Anda sendiri? Orang lain? Tokoh rekaan? Tentukan segera, emosi akan mudah sekali terbangun jika karakter yang Anda angkat mewakili sebagian besar pasar Anda.

3. Cinta

Well, sebuah cerita tanpa cinta didalamnya akan sulit sekali untuk memperthankan pembaca atau penontonnya. Bayangkan jika di film Titanic tokoh yang diperankan Leonardo DiCaprio lari menyelamatkan diri sendiri atau teman main kartunya saat kapal tenggelam, filmnya laku? Belum tentu!!

4. Referensi

Kecuali Anda Steven Spielberg, Akan lebih mudah jika cerita Anda memiliki latar belakang yang konkret, atau lebih mudahnya: Berdasarkan kejadian yang nyata. Jika pembaca Anda benar-benar bisa mengunjungi lokasi yang Anda ceritakan, maka dampak emosional cerita tersebut tentunya akan lebih dalam.

5. Pesan Moral

Hampir semua cerita yang melegenda memiliki pesan moral. Tentukan pesan moral Anda: Patuh kepada orang tua? Jangan takut nikah muda? Atau jangan beli produk kompetitor? (itu juga pesan moral lho) semua ditangan Anda.

6. Call To Action

Jika cerita Anda bertujuan untuk bisnis atau gerakan sosial, tidak ada salahnya memberikan pengarahan pada akhir cerita Anda. Misalnya: “Setelah ini Anda harus……” Apa? Membeli produk Anda? Mendukung gerakan koin peduli Jessica? Jika pembaca atau penonton Anda sudah mencapai akhir cerita kemungkinan besar mereka akan mengizinkan Anda “jualan.”

Kecantikan Briptu Eka akan memiliki makna yang berbeda kepada setiap orang karena memicu emosi yang berbeda-beda pula. Demikian juga cerita Anda, tidak selalu akan menimbulkan reaksi seperti yang Anda inginkan ke semua penikmat cerita Anda. But that’s the beauty of it.

In social media: Beauty is in the way YOU tell your stories.

Saya tinggalkan Anda dengan cerita ini:

 

“Love of beauty is taste. The creation of beauty is art.” -
Ralph Waldo Emerson

 

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar