FikryFatullah.com

Cerdas Itu Sederhana

2 comments

 

 

Menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang sulit dan istilah-istilah yang jarang kita gunakan sehari-hari tentu akan membuat kita terlihat lebih cerdas. Namun TIDAK lebih bermanfaat. Kemungkinannya Anda hanya akan menjumpai lebih banyak dahi yang mengkerut dan kesenjangan pengetahuan yang semakin besar.

Leonardo Da Vinci jauh hari pernah berkata: “Simpliciy is the ultimate sophistication” atau jika kita terjemahkan menjadi: “Puncak dari kemutakhiran adalah kesederhanaan.” Dan sekali lagi Ia benar. Lihat saja produk-produk Apple yang merubah cara pandang dunia melalui kecanggihan dan kesederhanaan produknya. Apakah kecanggihan Apple akan menjadi penting jika tidak sederhana?? Belum tentu!!

Contoh lain tentu saja kita lihat setiap hari di tampilan halaman depan raksasa search engine: Google! Anda pernah menemui kesulitan disana?? Mungkin tidak!

Jadi kenapa menjadi sederhana itu begitu rumit??

Chip & Dan Heath bersaudara memiliki penjelasan yang bagus sekali mengenai hal ini. mereka menyebutnya: “Kutukan Pengetahuan.” Seseorang yang telah mengetahui sesuatu akan lupa bagaimana rasanya jika tidak mengetahui hal tersebut. Siswa SD akan sulit sekali mengingat apakah kadal bertelur atau menyusui, sementara sang guru akan melihatnya sebagai filum taksonomi biologis secara keseluruhan. Kebanyakan ibu-ibu sulit membedakan karburator dengan radiator, sementara sang montir melihatnya sebagai bagian dari system mesin mobil.

Sang guru dan montir jelas lebih cerdas dalam dunianya, namun saat menjelaskan apa yang mereka ketahui kepada anak SD atau ibu-ibu, seluruh kecerdasan mereka tidak akan berarti bila tidak dibalut kesederhanaan. Namun, menjadi terlalu sederhana juga sering menyesatkan. Jika sang guru mengatakan:" “Pokoknya mahkluk yang berkaki empat dan bisa berenang di air itu bertelur” sang murid SD nantinya akan sulit mengklasifikasikan Kuda Nil dengan Buaya.

Jika Anda dapat menjelaskan gagasan Anda dengan dua kata, maka lakukanlah. Jika sulit gunakan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari.

Artikel ini sederhana kan??

“If you can't explain it simply, you don't understand it well enough.” – Albert Einstein

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar: