FikryFatullah.com

Asean Blogger Confrence Bagian 2

Leave a Comment
Setelah lelah diperjalanan dan event hari pertama, Kami harus bangun pagi-pagi buta untuk sarapan dan bersiap untuk berangkat ke konfrensi Asean Blogger yang menjadi tujuan kami ke Bali. Malamnya kaos untuk seragam hari ini sudah saya terima, dan...??? seperti yang saya takutkan, sempit buanget.



Setelah sarapan singkat kami meluncur menggunakan 2 buah bus menuju lokasi konfrensi di Nusa Dua. Kami sempat harus memutar karena jalan yang ditutup untuk kepentingan KTT Asean yang sedang berjalan saat itu. 



Lokasi konfrensi kami adalah Museum Pasifika yang terletak didalam kompleks Nusa Dua. Tidak berapa lama, Presiden Asean Blogger Ch. Indonesia: Iman Brotoseno membuka acara dengan pidato singkat mengenai tujuan Asean Blogger Confrence kali ini.


Lalu yang selalu dinantikan: Pak Tifatul Sembiring pun mencerahkan konfrensi dengan pidato dalam bahasa Inggris yang tidak begitu saya simak karena sambil-ngetweet dan ketutupan orang-orang yang ingin memfoto beliau.



"Ikan hiu makan es puter, thank you and see you later.."




Setelah Pak Tifatul menutup pidato beliau dengan pantun, pembicara seanjutnya adalah seorang duta besar dan juga Blogger: Hazairin Pohan yang memaparkan sejarah singkat serta perkembangan Asean sampai saat ini.


Suasana memanas saat presentasi bilingual Donny BU dari Internet Sehat memaparkan data-data mengenai penggunaan internet di Indonesia dan perbandingannya dengan beberapa negara di dunia.


Sesi terakhir sebelum diskusi utama adalah perkenalan delegasi-delegasi blogger dari negara anggota Asean yaitu: Brunei, Phillipines, Thailand, Malaysia, Laos, Cambodia, dan Vietnam. Sayangnya peserta dari Myanmar tidak dapat hadir karena salasan politis, dan kemana Singapore??




Disinilah banyak fakta-fakta menarik terbuka, dari pemaparan blogger-blogger sahabat dari negara lain,kami sadar kalu Indonesia masih tergolong "surga" untuk kebebasan berekspresi. Blogger di Malaysia contohnya, apapun contentnya pemerintahan mereka bakal menganggap itu politis. Demikian juga dengan Thailand dan Phillipines. Vietnam malah lebih ketat lagi dalam masalah ini, mereka bahkan tidak bisa mengakses Facebook. Hal ini membuat ecosystem social media menjadi unik disana. Mereka juga seringkali menyelipkan pesan-pesan perlawanan kepada pemerintahan dengan cara yang kreatif seperti di video ini:





Acara pun masuk ke sesi diskusi mengenai point-point deklarasi Asean Blogger. Sesi ini mendapat jatah waktu yang terlalu sedikit untuk tingkat kepentingannya. Belum lagi ketidak jelasan mengenai materi diskusi, keabsenan draft deklarasi, dan interupsi-interupsi tidak penting dari yang bukan bagian dari group yang mengganggu. Mengenai ini akan saya tulis terpisah pada post selanjutnya.


Setelah istirahat giliran trio Mike Orgill dari Google, Pak Nukman, dan Mbak Shinta dari BUBU.com bergantian mempresentasikan materi-materi mereka. Sulitnya tempat sholat karena tidak adanya musholla membuat saya harus memutari lokasi tersebut untuk mencari lokasi yang cocok. Ternyata panitia telah menyediakan musholla darurat disalah satu gerai museum. Sesi Anggara dan pak Onno pun terlewatkan karena ini.




Jadwal tour mengelilingi museum harus batal karena para peserta harus kembali berkumpul untuk mempertemukan visi dan menyususn draft deklarasi Asean Blogger Community. Ditengah waktu yang sangat sempit itu kami harus menyusun point-point deklarasi yang sudah terlebih dahulu dirangkum menjadi 6 point hasil dari diskusi 3 kelompok. Saat waktu semakin sempit perdebatan malah semakin alot dan titik temu sepertinya semakin jauh dari yang kami harapkan.


Namun akhirnya waktu pun habis karena para duta besar sudah hadir satu persatu sehingga kami harus beres-beres, mengganti baju dan menghadiri makan malam sebagai acara puncak Asean Blogger Confrence. Namun sayangnya Menlu Marty Natalegawa yang kami tunggu tidak hadir dalam acara tersebut, oh well ya sudah kami makan-makan saja sambil menikmati beberapa tarian Bali yang luar biasa.


Setelah ikut rombongan pulang, saya dan beberapa teman-teman blogger mengunjungi pantai kuta, kami sengaja memaksakan diri karena besok beberapa dari kai sudah pulang. Maka malam itu pun kami habiskan menikmati deburan ombak saat jam menunjukkan pukul 1 dini hari di Kuta. Perjalanan belum berakhir, kami lalu berjalan kaki ke Legian dan sempat melihat monumen Bom Bali pertama. Rasa lelah menghantui. Kami tiba di hotel saat waktu subuh hampir tiba.




Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Mbak Indah Juli, Mbak Ajeng, Mas Iman, dan semua yang membuat acara ini menjadi mungkin dan sabar sekali menghadapi kelakuan kami. Terimakasih yang spesial sekali saya tujukan ke Bang Nich buat kepercayaannya mengutus saya ke Bali untuk mengalami semua ini, pengalaman yang tidak akan terlukis dengan satu-dua post.


"We may have all come on different ships, but we're in the same boat now." - Martin Luther King, Jr.



About Asean Blogger
More details: www.AseanBlogger.com
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar