FikryFatullah.com

Menyoal Deklarasi Asean Blogger

Leave a Comment
Delegasi Asean Blogger Kiri-kanan: Thailand, Phillipines, Laos, Indonesia :D, Brunai.


Seperti yang saya tulis di sini dan sini, saya dapat kepercayaan ke Bali untuk sebuah perhelatan Asean Blogger Confrence.


Tujuan utama dari confrence itu adalah sebuah deklarasi mengenai peranan Blogger dalam komunitas negara-negara Asean.


Kami dibagi menjadi 3 kelompok diskusi untuk menyusun point-point deklarasi yang akan kami bacakan saat acara dinner pada malam harinya. Tantangannya adalah setiap group hanya memiliki waktu kurang dari 1 jam karena padatnya jadwal acara.


Saya kebagian group A dengan bang Putra yang sama-sama berangkat dengan saya dari Medan sebagai pemimpin diskusi. Di group kami selain beranggotakan Blogger dari berbagai daerah juga terdapat Mbak Ollie dan 2 delegasi dari Phillipines: Tonyo dan Cyra.



Diskusi kami ternyata menjadi yang paling lama dan kompleks. Kami dibekali point-point diskusi yang tidak relevan dengan apa yang seharusnya kami bahas. Putra juga belum dibekali materi apa-apa saat memimpin diskusi yang membuat diskusi ini semakin bias.


Saya mencoba meminta draft deklarasi kepada panitia karena banyak peserta yang ingin membaca versi draft-nya. Ternyata panitia tidak mengizinkan karena alasan takut men-doktrin diskusi.


Akhirnya kami memutuskan untuk membahas apa yang menjadi kepentingan kami sebagai blogger. Menurut beberapa peserta point-point yang harusnya menjadi bahan diskusi hampir tidak ada gunanya untuk kami sebagai blogger namun lebih kepada pemanfaatan blogger untuk kepentingan Asean.


Disinilah perbedaan mencuat, masalah pun bermunculah dari mulai kebebasan berekspresi yang sulit dinegara lain hingga penggantian nama Asean Blogger Community menjadi SEA Blogger Network dan banyak lagi yang lain.


Akhirnya malam itu berakhir dengan beberapa pihak yang tidak puas bahkan setelah deklarasi itu dibacakan.


Anda dapat membaca deklarasinya di blog mas Iman disini.


Saya sedih sekali keesokan harinya mendengar bang Putra mengatakan bahwa di Twitter tiba-tiba beredar kabar deklarasi Asean Blogger ada 2 versi, lalu beberapa orang masih membahas pergantian nama, dan kabar-kabar simpang siur lain yang menghantui kami saat transit di Soekarno-Hatta.


______________________


Saya memandang ini sederhana


Saya tidak tahu bagaimana beberapa system bekerja di muka bumi, namun saya tahu TUJUAN system itu ada. Saya tidak tahu bagaimana sebuah mesin pompa air bekerja, tapi saya tahu mesin pompa air itu TUJUAN-nya apa.


Saya tidak tahu bagaimana seharusnya sebuah deklarasi yang baik, namun saya tahu TUJUAN deklarasi yang akan kami buat sore itu untuk apa.


Meminjam kata-kata Pak Pohan: Menjadikan Blogger Asean menjadi sebuah KELUARGA.


Karena kita tidak akan membiarkan ada yang mengganggu KELUARGA kita, karena kita akan membantu jika KELUARGA kita susah.


Rumah tangga yang berisi 2 orang selama bertahun-tahun bisa tidak cocok apalagi 150-an orang yang kebanyakan baru kenal saat itu juga?? Pastilah ada perbedaan, pastilah deklarasi yang penyusunanya kurang dari 3 jam itu tidak bisa memuaskan hampir 200 kepala yang ada disana saat itu.


Jika kita fokus pada goal atau tujuan maka perbedaan disana-sini harusnya tidak jadi masalah. Apakah merubah nama Asean Blogger akan membuat kita mencapai tujuan itu dengan lebih baik? Apakah dengan menambah atau mengurangi point deklarasi akan membuat kita mencapai tujuan itu dengan lebih baik? BELUM TENTU!!


Asean Blogger Community masih muda, masih banyak sekali ruang untuk tumbuh, peluang untuk lahir, teman-teman baru untuk saling kenal. Deklarasi juga merupakan buah pikiran manusia yang bisa kapan saja di tinjau kembali dan diubah oleh manusia.


Jangan sampai gara-gara system yang ingin mempersatukan kita malah tidak bersatu.





"You are never too old to set another goal or to dream a new dream." 
- C.S. Lewis







Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar