FikryFatullah.com

Mimpi Bocah Itu Menjadi Nyata

Leave a Comment
                                              Liputan6.com

Dulu, tidak berapa lama sebelum reformasi, ada seorang bocah ingusan yang sangat ingin melihat sebuah band bernama Mr. Big tampil secara live.

Tidak, ia tidak mau meet and greet

Tidak, ia tidak mau akses ke backstage

..Dan ia tidak butuh tanda tangan atau foto bareng.

Ia hanya ingin menjadi penonton biasa yang ingin melihat Mr. Big memainkan lagu-lagu favoritnya di atas panggung secara langsung di depan matanya sendiri.  Itu saja. 


Adalah sebuah lagu berjudul "Take Cover" begitu memikat hatinya. Gebukan pola drum linear Pat Torpey di lagu itu tidak bisa lepas dari kepalanya dan terus menemani bocah itu melewati masa-masa tanggungnya menuju remaja. Lagu ini menjadi perkenalan bocah tersebut dengan si "Tuan Besar."



Ia mulai mencari tahu lebih banyak mengenai Mr. Big dan mulai mengkoleksi kaset-kasetnya walaupun harus menghabiskan uang jajannya saat itu. Saat keinginannya menjadi seorang pemain drum tidak pernah tercapai karena saat itu semua orang terlanjur mengenalnya sebagai pemain bass, lagu-lagu Mr. Big terus menemaninya untuk belajar bass. 

Namun Mr. Big bubar dimasa-mas awal bocah itu memasuki bangku kuliah dan menjadi mahasiswa. Belum lagi Usia, eksplorasi, dan pencarian jati diri membawanya menjauh dari musik Rock. Ia mulai berkutat dengan album-album jazz lama seperti Charlie Parker, Miles Davis, dan mulai berkenalan dengan pemain bass jazz seperti: Jaco Pastorius, Ray Brown, dan lain-lain. 

Bocah itu telah tumbuh menjadi dewasa, ia memilih meninggalkan dunia musik professional untuk mengejar impiannya yang lain: manjadi pengusaha! Ia menikah, memiliki seorang Anak, dan bahagia dengan keluarga kecilnya sambil membangun bisnisnya bersama teman-temannya. 


Namun saat ia tahu Mr. Big akan singgah ke kota kecilnya itu kenangan-kenangan itu pun kembali lagi.  Dan Sabtu kemarin (3 Desember 2011) mimpi bocah itu menjadi nyata. Ia terpaku, ditengah kerumunan penonton, menyaksikan sebuah band yang dulu menemaninya tumbuh dewasa. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan saat lagu pembuka: "Daddy, Brother, Lover, Little Boy" terdengar menghentak dari panggung di depan matanya diiringi teriakan menggema seluruh penonton. Ia bernyanyi, tertawa, teriak menyanyikan lirik-lirik yang hampir seluruhnya ia tahu malam itu. Lagu "Shy Boy" pun menutup malam itu, meninggalkan perasaan yang terus membekas entah sampai kapan.

Terima kasih sudah singgah ke Medan Billy, Eric, Paul, Pat. Untuk kalian ini mungkin cuma salah satu jadwal tur yang akan kalian lupakan begitu tiba dirumah. Namun bagi bocah itu mimpinya menjadi nyata malam itu dan memberikannya semangat untuk mengejar antrian mimpi-mimpinya yang lain.



Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar