FikryFatullah.com

Esemka Semangka!

1 comment


Kemarin pagi saya membaca sebuah post yang bagus sekali dari mas Iman Brotoseno (@imanbr.)


Saya selalu bertanya-tanya, produk ini mau mengandalkan apa?? Lagi, sebuah produk dengan embel-embel "rakyat" yang melekat sangat erat ditubuhnya. Membludaknya demmand dari kalangan pemerintahan dan petinggi-petinggi masyarakat apakah hanya sebagai sebuah pencitraan atau memang mereka benar-benar menginginkan produk seperti itu saat produk-produk yang value-nya lebih bagus beredar dipasaran??


Ada mobil merek jepang bekas, kondisi bagus, harganya mahal dikit, Anda beli yang mana??


Saya bukan tidak menghargai hasil karya anak-anak SMK tersebut, Saya lebih khawatir kedepannya. Setelah ini apa? Setelah anak-anak SMK itu direnggut masa remajanya untuk mengetok rangka mobil ini, setelah itu apa?

Saya iseng bertanya ke beberapa orang di sekeliling saya apakah mereka mau membeli Mobil Esemka?? Semua kompak menjawab tidak. "Itu temenku beli Kijang (Toyota) bekas, murah, bandel, bagus, beli itu ajalah" kata salah seorang teman.


Penyebabnya menurut saya sederhana, untuk saya (dan mungkin kebanyakan orang Indonesia) membeli mobil itu seperti membangun komitmen. Pemakaiannya bakal jangka panjang, Harus cocok, bisa diandalkan, dan kalau kenapa-kenapa memperbaikinya tahu harus kemana.


Selain itu, saya masih belum merasakan value mobil ini. Brand-nya belum membawa unsur emosional yang berarti seperti gengsi dan kebanggaan. Kalau saya beli, dibenak saya langsung terjadi percakapan seperti ini:


Temen: "Kamu datang naik mobil apa Fik?? 
Me: "Esemka" 
Temen:




Dan untuk konsumen middle-class Indonesia sekarang (konsumen yang saya yakin bakal disegmentasikan untuk produk ini) ikatan emosi itu penting sekali. Konsumen middle-class?? Ladang gengsi!!


Memang, akan banyak konsumen diluar sana yang akan senang kalau mobil ini memulai perang harga dengan melepasnya dengan harga murah.


Nasionalisme konsumen itu memang penting seperti yang Mas Yuswohady tulis disini. Namun pasar tetaplah pasar. Anda mau membeli Mobil Esemka hanya karena produk itu buatan Indonesia?? Anda mau membeli produknya atau nasionalismenya??


Lihatlah masyarakat Korea yang bangga memakai Samsung karena memang produk tersebut kelas dunia. Saingannya aja Apple. Begitu juga dengan Hyundai, Kia ataupun LG. Jadi masyarakatnya membeli bukan semata-mata karena nasionalisme namun memang produk-produk tersebut menjawab semua kebutuhan mereka. Ada gengsi didalamnya karena produk tersebut bersaing dengan brand kelas dunia, lalu setelahnya kebanggaan dan nasionaisme dapat muncul dengan sendirinya.


Sekarang Mobil Esemka masih "sendirian." Ia masih harus menghadapi tempaan waktu dan pasar hingga kredibilitas produknya benar-benar terbangun (Proton membutuhkan lebih dari 10 tahun untuk ini.) Untuk itu Esemka masih harus melewati ujian dunia nyata. Chip & Dan Heath bersaudara menyebutnya dengan "Sinatra's Test." 


Frank Sinatra dalam salah satu lagu hits-nya "New York New York" pada bagian reff menyanyikan:


"..If I can make it there, I'll make it anywhere"


Artinya jika Ia berhasil di New York, Ia bisa berhasil dimana saja. Petronas membuktikan mereka lulus Sinatra's Test dengan menjadi oli di Formula One. Jika dalam kondisi se-extreme Formula One oli itu bisa bertahan, maka oli tersebut bisa digunakan dimobil komersial mana saja.


Kredibilitas adalah sesuatu yang tumbuh dari kepercayaan, dan kepercayaan itu tumbuh bersama waktu, bukan diberikan oleh seseorang. Joko Widodo niatnya baik, saya akan senang sekali kalau beliau mau membeli produk saya. "Lebih enak dari Camry" katanya. Tapi itu belum cukup untuk melewati Sinatra's Test untuk Mobil Esemka. Ia belum tentu bisa membuat Anda percaya.


Lagi, post ini tidak saya buat untuk menjatuhkan semangat para tenaga-tenaga brilliant dibelakang Mobil Esemka, malah saya ingin memacu semangat mereka untuk siap menghadapi tantangan kedepan.


Ayo Esemka Semangkaaaa!! 


Semangat kakaaaaaaak!!!!!
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus