FikryFatullah.com

Differensiasi Ala Agung Hercules

1 comment
Ilustrasi: salingsilang.com


"Dalam musik, tidak ada pengaruhnya bagaimana bentuk badan, pola makan, atau asupan nutrisi Anda. Badan yang berotot ala atlet binaraga tidak menjamin suara Anda lebih baik dari penyanyi yang postur badannya biasa. Jangkauan nada Anda belum tentu lebih baik, karakter suara Anda belum tentu berbeda dengan yang lain. It's meaningless. 
Dari pada menghabiskan waktu membentuk otot lebih baik menghabiskan waktu latihan olah vocal dan latihan-latihan musical lain. Sehingga, saat penampilan kwalitas vocal Anda lebih matang. Banyak contoh penyanyi yang gaya hidupnya "tidak sehat" namun kwalitas suaranya luar biasa."

Itulah kira-kira kesimpulan saya setelah berbicara dengan beberapa teman-teman saya yang berprofesi sebagai penyanyi saat membahas Agung Hercules, penyanyi dangdut pendatang baru yang memiliki postur sesuai namanya.


Meaningless? Mungkin! Tapi dari sisi diferensiasi, Agung Hercules menurut saya: "Meaningless with value" atau tidak bermakna yang memiliki nilai. 


Sama seperti sebuah merek shampoo yang menggunakan sutra (silk) sebagai campuran bahan shampoo mereka. Sutra itu secara ilmiah terbukti tidak memberikan dampak apapun pada rambut. Meaningless. Namun sutra itu material kain yang bernilai tinggi, butuh komitmen yang luar biasa untuk menghasilkan sutra berkwalitas. Hal ini walaupun repot, tentu membuat produk ini beda dengan yang lain sekaligus meningkatkan nilai jual produk shampoo tersebut.


Mendapatkan bentuk tubuh seperti Agung Hercules tentunya membutuhkan komitmen yang luar biasa. Disiplin tinggi untuk ke gym, menjaga pola makan, asupan protein, menjaga pantangan-pantangan makanan yang ketat, dan lain-lain. Repot!


Tidak semua penyanyi mampu memiliki tubuh seperti Agung Hercules, beberapa karena tidak mau, lainnya karena tidak bisa. 


Saya yakin Agung Hercules tidak melakukannya semata-mata hanya agar berbeda dari penyanyi lain, motivasi seperti itu tidak akan cukup. Ia harus memiliki niat yang kuat, dan tentunya menikmati setiap prosesnya. Differensiasinya lebih kepada hasil daripada tujuan, tujuan awalnya mungkin lebih bernilai: biar sehat!


Phillip Kotler mengatakan Anda bisa melakukan diferensiasi melalui: Produk, Layanan, Personel, dan Image. Namun apapun yang Anda pilih jika Anda tidak menginvestasikan waktu Anda dan membangun komitmen, diferensiasi Anda tidak akan memiliki makna dan nilai. Dan jika Anda tidak memilikinya, maka diferensiasi Anda tidak lebih dari sensasi jualan saja.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar:

  1. ya udahlah,tiap mnusia pny cara jlan hdup msing2,mo dia krus brotot ato tggal tlang skalipun klo nyanyi ato yg lainx jdi bagian prjlnan hdupx mau gak mau ya hrus djalani.

    BalasHapus