FikryFatullah.com

Kecintaan Pada Medium

Leave a Comment
Ilustrasi: azureproduction.com

Mudah menandai kecintaan seseorang terhadap sebuah medium. Ia selalu memulai kata-katanya dengan: "Aku harus...." atau "Aku ga bisa kalau ga....."


Dulu butuh puluhan tahun meneliti dan mengembangkan format VHS. Namun Compact Disc (CD) menggantikannya begitu saja. Saat itu saya adalah salah satu orang yang mengatakan "Aku ga bisa kalau ga pakai VHS, mau rekam acara TV gimana?? Mau nyewa film gimana??"


Dulu angka penjualan CD menentukan keberhasilan seorang musisi. sekarang banyak yang menganggap penjualan CD adalah bonus. Masih syukur kalau ada yang beli. Tapi masih banyak musisi yang berkeras: "Aku harus, buat CD-nya biar [isi titik-titik ini], nanti kalau kejual segini kan jadi gitu."


Demikian juga dengan pemasaran menggunakan social media, masih banyak yang "maksa" dengan mengatakan: "harus pakai Twitter karena bla bla bla" atau "Ga asik pakai yang lain, enaknya pakai Twitter."


Twitter, Facebook, Pinterest, atau layanan social media apapun yang Anda gunakan sekarang adalah medium. Sejarah memperkenalkan kita pada Friendster, sebuah medium yang tidak tergantikan untuk anak-anak muda saat itu (seperti Twitter atau Facebook sekarang) lihat bagaimana nasibnya.


Bukan saya pesimis akan Facebook atau Twitter, bukan.


Namun saat Anda fokus kepada mediumnya Anda sering melupakan hal yang utama: cerita untuk medium itu. Jika film Lord Of The Ring hanya tersedia dalam format VHS tetap akan saya beli, jika tersedia hanya dalam bentuk streaming, akan saya tunggu buffer-nya. Oh, saya juga tidak akan bosan mengingatkan kalau Apple tidak pernah memiliki akun Twitter, Facebook Page, atau Pinterest resmi.


Baik Apple dan Lord Of The Ring memiliki kesamaan: cerita yang kuat. Saya sering mendengar rekan saya (sebut saja namanya Putra) seharian membahas produk dan fitur Apple ke teman-teman sesama pengguna Apple. Jika lawan bicaranya tidak menggunakan produk Apple (seperti saya), ceritanya malah semakin bagus!


Kecintaan menimbulkan kenyamanan dan ketergantungan yang membuat seseorang sulit untuk lepas dari medium yang ia gunakan sekarang untuk menghantarkan ceritanya. Optimalkan medium yang sesuai setelah Anda memiliki cerita untuk Anda sampaikan ke dunia. Jangan sebaliknya.


Medium akan datang dan pergi, namun cerita yang luar biasa akan bertahan melewati perubahan medium seperti apapun yang terjadi nanti.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar