FikryFatullah.com

Kony 2012: Anatomi Dari Sebuah Video Viral

2 comments
Ilustrasi: amarillo.com
Pada tanggal 14 Oktober 2011 VOA Indonesia pernah merilis artikel dengan judul: Amerika Kirim 100 Tentara Ke Afrika Tengah. Artikel itu bercerita mengenai sebuah gerakan pemberontakan di Uganda dan Amerika mengirim tentaranya untuk membantu memberi informasi, nasihat, dan bantuan. Bukan untuk kontak Senjata. Namun saat itu saya tidak begitu memperdulikan beritanya. 


Hingga kemudian tanggal 5 Maret 2012 yang lalu sebuah organisasi nirlaba: The Invisible Children Inc. Meng-upload sebuah video berdurasi 30 menitan ke Youtube dan Vimeo yang bercerita mengenai Joseph Kony, seorang pemimpin pasukan pemberontak di Uganda: Lord's Resistance Army (LRA.) Tema yang berhubungan! Perhatian saya pun langsung tertuju kembali ke berita VOA yang saya baca beberapa bulan sebelumnya.

Ok, pemberontak di benua Afrika, apa yang baru? Kurang dari 5 hari, video ini meraup 62 Juta view di Youtube, membuatnya menjadi video viral dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa. Inilah tweet pertama setelah video tersebut mereka upload:



Dalam narasinya di video ini, Jason Russel (pembuat film) mengatakan kalau kampanyenya memiliki tujuan: membuat Joseph Kony menjadi terkenal, bukan untuk memujanya, tapi untuk menegakkan keadilan. LRA telah menculik lebih dari 30 ribu anak-anak Uganda untuk mereka jadikan tentara pemberontak. Dampak yang LRA timbulkan begitu besar, namun karena 90% penduduk dunia tidak mengenalnya dan mengetahui apa yang dia lakukan, Ia tidak pernah tersentuh hukum.


Apa yang membuat ide Jason Russel ini begitu menyebar? Menurut saya ada 6 element yang membuatnya menjadi sangat berhasil:
_____________________________

1. Cerita Yang Emosional
Video merupakan media yang paling tepat jika Anda ingin menyampaikan sesuatu yang sangat emosional. Namun pilihan media yang tepat saja tidak cukup. Banyak sekali video emosional yang beredar seperti era The Arab Spring atau seperti berita Occupy Movement di VOA Indonesia pada tanggal 6 Oktober 2011 misalnya, tidak menghasilkan efek viral sebesar video ini. Kali ini apa yang membedakannya?

Ada tiga alsan video kali ini berbeda secara emosional:
  1. Sepanjang video ini Anda mendengar narasi Jason Russel, orang yang mengalami langsung kejadian dilapangan. Ia dengan gamblang menceritakan bagaimana Ia mengajarkan anaknya: Gavin, bagaimana ia ke gedung putih (dan ditolak),hingga memulai gerakan protesnya yang pertama, Anda akan mendengar seluruh cerita di video ini dari sudut pandang orang pertama. Hal ini membuat sensasi seolah-olah Anda terlibat langsung didalam video tersebut.
  2. Cerita dalam video ini berasal dari seorang bocah yang bernama Jacob, bocah Uganda yang bertemu langsung dengan Jason yang akhirnya membuatnya memulai sebuah pergerakan seperti sekarang ini. Adanya karakter protagonis (Jacob), Antagonis (Joseph kony), dan sang "Guru" (Jason Russel) terbukti mampu menghasilkan efek emosional yang sangat luar biasa. Hal inilah yang kurang dari The Arab Spring. Ribuan demonstran di 11 negara Arab hanya statistik dimata sebagian orang. Skala yang begitu besar membuat ikatan emosi berkurang. Selain itu, skala yang besar tadi membuat tindakan dan dukungan apapun dari kita akan terasa sangat kecil dan tak berarti.
  3. Tidak seperti The Arab Spring, di Uganda korban penindasan LRA tidak berdaya untuk melawan, tentara mereka kalah jumlah dan sangat tidak terlatih. Hal ini membuat kesan seperti jika bukan kita yang langsung menolong, maka kondisi mereka akan lebih parah lagi.


2. Sederhana
Dalam video ini, Anak dari Jason: Gavin, memegang peranan yang sangat penting dalam presentasi seluruh ide cerita Kony 2012 ini. Dalam video ini terlihat bagaimana Jason menjelaskan siapa Joseph Kony kepada anaknya Gavin yang saat itu masih sangat kecil. Jika anak seumuran Gavin bisa mengerti inti dari perjuangan ini, maka seluruh dunia akan sangat mudah untuk memahaminya.

Ekspresi Gavin saat mendengarkan penjelasan dari ayahnya.
Diakhir video, jason juga membuat step by step apa yang dapat Anda lakukan sebagai penonton untuk mulai bertindak sekarang. Langkah-langkahnya juga sederhana dan sangat masuk akal, membuat tindakan Anda akan terasa dekat dan bisa Anda lakukan sekarang. Ia membuat segalanya sesederhana mungkin.


3. Keterlibatan Taste Makers
Jason membuat daftar orang-orang yang Kevin Alloca sebut sebagai "Taste Maker." Daftar ini berisi 20 orang-orang terkenal seperti musisi, artis, pembawa acara televisi, pengusaha, yang memiliki "suara yang kuat." Ia juga membuat daftar 12 orang yang berperan langsung dalam mengambil kebijakan negara.


Website Kony 2012 memudahkan Anda untuk mengirim pesan ke orang-orang ini secara langsung. Dan tidak berapa lama kemudian, reaksi dari para selebriti mulai berdatangan.


Rihanna


Alec Baldwin


Sean Combs


Ryan Seacrest


Justin Bieber


Zooey Deschanel (yang mirip banget dengan Katy Perry :D)


Dengan nama-nama besar dibelakang gerakan ini, tentunya tidak sulit untuk membuatnya menjadi viral seperti sekarang.


4. Fokus
Invisible Children juga membuat seluruh gerakan ini fokus untuk menghasilkan dampak yang besar. Mereka Mengarahkan seluruh pendukung ke satu titik untuk mengirim pesan ke orang-orang berpengaruh dalam daftar yang sudah mereka buat. Jason berperan sebagai manager yang memberi petunjuk kepada pegawainya harus bagaimana dan menghubungi siapa.


Selain itu mereka juga mengajak seluruh pendukung Kony 2012 untuk menutup jalanan dengan poster, spanduk, atau apapun yang mereka bisa untuk menunjukkan dukungan untuk melakukannya di satu malam tanggal 20 April 2012. Harapan mereka adalah keesokan harinya jalanan sudah penuh dengan poster-poster dukungan.



5. Kontroversi
Salah satu yang membuat Kony 2012 begitu viral hingga masuk ke media-medai besar adalah kontroversinya. Mashable adalah salah satu media pertama yang mempertanyakan gerakan ini. Lewat artikel mereka "Kony 2012: Is the Viral Campaign A Scam?" mereka membahas pendapat yang berasal dari sebuah blog: Visible Children. Blog ini mendedikasikan dirinya untuk membahas temuan-temuan janggal seputar Kony 2012 dan organisasi Invisible Children.


Media senang dengan kontroversi, berita seputar kontroversi ini lalu membesar dan masuk ke media mainstream. Hal ini membuat semakin banyak yang membicarakan kampanye Kony 2012.


6. Konsisten
Video Kony 2012 hanyalah ujung dari gunung es. Walaupun efek viralnya berlangsung sangat cepat, Jason sudah memulai gerakan untuk menghentikan Joseph Kony hampir 10 tahun lalu saat ia pertama sekali bertemu dengan Jacob. Ia berjanji dengan Jacob kalau ia akan menghentikannya dan sejak saat itu ia berjuang untuk memenuhi janjinya. Ketekunan Jason perlahan-lahan mulai membuahkan hasil dan akhirnya menjadi efek viral seperti sekarang ini. 


__________________________


Gerakan Kony 2012 sepertinya masih akan berkembang kearah yang sulit untuk kita tebak. Sambil menunggu, silahkan Anda tonton video yang sangat menggemparkan ini:



I never look at the masses as my responsibility; I look at the individual. I can only love one person at a time - just one, one, one. So you begin. I began - I picked up one person. Maybe if I didn't pick up that one person, I wouldn't have picked up forty-two thousand....The same thing goes for you, the same thing in your family, the same thing in your church, your community. Just begin - one, one, one.” - Mother Teresa
__________________________
Update: Video jawaban dari CEO Invisible Children mengenai semua kontroversi yang menyerang mereka.





Update: Video Kony 2012 bagian kedua: Beyond Famous.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar:

  1. Sebuah realita yg perlu mendapatkan perhatian dunia. Semoga sukses ya. Oh..ya, mohon beri komentar pada tulisanku berikut ini ya - Memanusiawikan Lingkungan Sungai Ciliwung dan Sekitarnya

    BalasHapus
  2. Mohon beri komentar juga pada tulisanku yang ini ya - Indonesia mendunia lewat Gamelan
    Terima kasih

    BalasHapus