FikryFatullah.com

Jangan ATM! (Amati Tiru Modifikasi)

3 comments
Duplicate Original
Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/wwworks/

ATM (Amati, Tiru, Modifikasi.) Adalah istilah yang sering Anda dengar dalam seminar-seminar bisnis. Intinya adalah kalau Anda bingung memulai bisnis contoh saja bisnis yang sudah berhasil jalan duluan.


Banyak yang tidak sadar saat meniru sebuah bisnis yang sudah berhasil, mereka hanya meniru lapisan luarnya. Para peniru ini melewatkan sebuah hal paling penting dalam bisnis: proses pembelajaran. Sebuah bisnis pasti sudah melalui berbagai lapisan pembelajaran saat pertama kali berdiri. Sistem yang sedang berjalan di sebuah bisnis yang Anda lihat sekarang pastilah lahir dari proses trial dan error yang berulang ulang. Proses ini membentuk bisnis tersebut sehingga menjadi seperti sekarang. 

Karenanya setiap bisnis pasti memiliki cerita yang kuat dibelakang setiap element bisnisnya. Kenapa logo dan mereknya seperti itu? Kenapa yang ulang tahun bisa makan gratis? Kenapa tidak ada absen karyawan? Semua yang Anda lihat sekarang merupakan hasil dari sebuah proses, dan para pemilik bisnis tersebut pasti memiliki jawaban atas semua hal dalam bisnisnya. Anda harus tau kenapa suatu hal berhasil dan kenapa hal lain gagal dalam bisnis Anda.


Memang, manusia belajar banyak sekali dari meniru. Sejak kecil kita belajar berbicra dengan meniru orang tua kita. Setelah dewasapun saat kita akan mempelajari sebuah skill kita pasti meniru orang-orang yang sudah pakar dibidangnya. Saat Anda belajar gitar, Anda pasti memainkan terlebih dahulu lagu-lagu yang Anda suka. Anda akan melakukan persis apa yang Eddie Van Halen lakukan, semakin persis  artinya semakin baik permainan Anda. Hal ini penting untuk membantu Anda menemukan karakter permainan Anda nanti.


Namun di bisnis, kunci keberhasilan sebuah perusahaan seringkali tidak terlihat dipermukaan. Anda bisa datang kesebuah restoran dan meniru semua yang Anda lihat disana, namun yang membuat restoran itu selalu ramai tersimpan jauh dibawah permukaan tampilan luar restoran itu.


Alasan lain adalah, saat meniru bisnis orang lain, Anda akan selalu menjadi pengikut, bukan pemimpin. Saat Anda ingin melakukan inovasi, Anda akan ragu karena bisnis yang Anda tiru tidak melakukannya.  Kalaupun Anda lakukan juga, Anda tetap selalu akan jadi yang kedua, sebagus apapun inovasi Anda. Lebih parah lagi, saat bisnis yang Anda tiru meakukan inovasi dan Anda tidak mampu mengikuti, maka Anda akan terus berada dibawah bayang-bayang sang pembuat aturan. 


Berhentilah jadi pengikut, mulailah jadi pembuat peraturan. Berhenti membicarakan orang lain dan mulailah menjadi bahan pembicaraan.


Terinspirasi boleh, jangan meniru.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

3 komentar:

  1. Jadi kalau pun mau meNIRU, musti AMATI dulu dengan lebih DETAIL ya? :)
    Masuk ke dalam bisnis nya. Lalu menurut saya, MODIFIKASI itu adalah faktor yang akan membedakan kita dengan bisnis yang kita tiru di awal. So, dengan modifikasilah kita tidak lagi menjadi pengikut.
    Saya setuju sekali, jangan jadi pengikut. :)

    BalasHapus
  2. @Damar Banyak orang salah tafsir sama kata2 modifikasi, menurut saya kalau mau ya modifikasi total sekalian, artinya sama aja memulai sesuatu yg baru :D

    BalasHapus
  3. Wow! Nice posting. thanks ilmunya Mas :)

    BalasHapus