FikryFatullah.com

Mengekstrak Uang Dari Blog - Bagian 1

2 comments
Business Model Canvas - Great Visual by Jam  #vizthink #viznote #BMKF09
Ilustrasi: http://www.flickr.com/people/11527081@N05/

Ya, blog bisa menghasikan uang. Ada berbagai macam caranya. Namun agar bisa menghasilkan secara optimal, blog Anda harus memiliki model bisnis yang kreatif, target pasar (pembaca) yang jelas, dan benar pemanfaatannya. Cara paling umum (dan mudah) untuk menghasilkan uang dari blog adalah dengan melalui iklan PPC (Pay Per Click.) Namun belakangan semakin banyak saya mendengar blogger yang mengeluh karena pendapatan mereka dari layanan PPC seperti Google Adsense sudah banyak menurun karena aktivitas spam dan algoritma Google yang baru. 


Tantangan lain adalah semakin membanjirnya content dan banyaknya pilihan blog berkualitas yang membuat kunjungan ke blog kita bisa berkurang drastis. Belum lagi pembaca yang semakin lihai mengabaikan iklan. Karenanya mari kita membahas apa saja alternaitf model untuk mengekstrak uang dari blog walau harus menghadapi tantangan-tantangan tersebut. 


Pada dasarnya hanya ada 2 cara untuk menghasilkan uang dari blog Anda: langsung dan tidak langsung.


Menghasilkan Uang Secara Langsung


Artinya pembaca blog Anda berkontribusi secara langsung dalam jumlah penghasilan Anda. Salah satu contohnya adalah dengan iklan. Jika Anda beruntung, pembaca yang datang ke blog Anda meng-klik iklan yang Anda tawarkan dan langsung memberikan pemasukan ke rekening Anda.


Menghasilkan Uang Secara Tidak Langsung


Artinya Anda menggunakan blog untuk mendapatkan pendapatan dari tempat lain. Disini blog berfungsi sebagai alat bantu untuk Anda memperoleh uang atau menjalankan bisnis Anda.


Kombinasi


Sebenarnya masih ada cara ketiga yaitu gabungan dari dua cara sebelumnya. Cara ini fleksibel karena Anda dapat menggabungkan 2 atau lebih metode manapun yang Anda suka.


Business Model


Agar dapat menjelaskan dengan mudah bagaimana Anda dapat mengekstrak uang dari blog Anda, Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai model bisnis yang mungkin untuk blog Anda. Untuk dapat bereksperimen dengan model bisnis dengan mudah, Anda dapat menggunakan Business Model Canvas.


Business Model Canvas adalah sebuah peta atau alat untuk mempermudah Anda dalam menentukan bagaimana model bisnis yang paling optimal dalam mengekstrak keuntungan (uang.) Metode ini ditemukan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya: "Business Model Generation."

Jika Anda sama sekali belum pernah mendengar mengenai Business Model Canvas, video berdurasi 2 menit ini akan menjelaskannya kepada Anda:



Pada dasarnya ada 9 element penting dalam sebuah Model Bisnis sesuai dengan Business Model Canvas:

business-model-canvas
Business Model Canvas (Ilustrasi: zebramc.com)
  1. Customer Segments - Kepada siapa Anda menawarkan produk Anda? Siapa pelanggan Anda yang paing penting?
  2. Value Propositions - Penawaran  (barang atau jasa) atau produk yang Anda tawarkan dalam bisnis Anda kepada pelanggan Anda.
  3. Channels - Bagaimana Anda menghantarkan produk Anda kepada segment pasar yang telah Anda tentukan? Apa jalur yang paling mudah lewat mereka?
  4. Customer Relationships - Bagaimana Anda membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan Anda?
  5. Revenue Streams - Darimana sumber pemasukan Anda? Apa saja yang pelanggan Anda bayar? Apa saja yang gratis (jika ada.) 
  6. Key Activities - Apa aktivitas paling penting yang harus Anda lakukan agar bisnis Anda jalan?
  7. Key Resources - Apa saja sumber daya yang Anda butuhkan untuk menghasilkan produk Anda dan menghantarkannya melalui Channel serta menjaga hubungan dengan pelanggan?
  8. Key Partnerships - Siapa partner Anda? Sumber daya apa yang Ia sediakan? Bagaimana Ia dapat membantu aktivitas bisnis Anda? Bagaimana bentuk kerjasamanya?
  9. Cost Structures - Berapa biaya yang harus Anda keluarkan dalam model bisnis Anda? Mana yang biaya tetap? Mana biaya variable?
Business Model Canvas tidak hanya dapat digunakan untuk perusahaan atau organisasi, namun juga dapat kita terapkan ke blog. Business Model Canvas akan membuat model bisnis Anda terlihat lebih visual, sehingga akan sangat memudahkan Anda untuk bereksperimen dan menemukan berbagai macam alternatif untuk mengekstrak keuntungan dari blog Anda nantinya.


Untuk blogging, kita harus memodifikasi beberapa element Business Model Canvas diatas. Untuk blog berarti Anda (blogger) dan tim Anda (jika ada) adalah Key Resources-nya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah modifikasi dari 9 element Business Model Canvas untuk blog:


Blog-business-model-canvas
Blog Business Model Canvas
  1. Key Resources - Bagian ini berubah menjadi Blogger atau Anda sendiri. Siapa Anda? Apa minat Anda? Apa yang Anda bisa? Apa kemampuan Anda? Apa sifat yang menonjol dari diri Anda? Buatlah daftar tentang Anda sendiri atau tim blogger Anda (jika ada) disini. 
  2. Key Activities - Bagian ini berisi aktivitas kunci Anda sebagai blogger yaitu: seberapa rutin Anda meng-update blog? Bagaimana management content Anda? Apa bentuk content Anda? (video, podcast, test, infographic, ebook.) 
  3. Customer Segments - Bagian ini berubah menjadi Target Audience. Disini Anda harus mendefinisikan siapa saja pembaca ideal blog Anda atau kepada siapa Anda tujukan blog tersebut. 
  4. Value Propositions - Isilah bagian ini dengan apa yang Anda tawarkan melalui blog Anda. Apa saja content yang gratis? Apa saja content berbayar? Apakah ada produk yang Anda tawarkan diluar content blog? Ada penawaran offline mungkin?
  5. Channel - Bagaimana agar orang lain mudah menemukan blog Anda? Apakah blog Anda mudah ditemukan melalui search engine? Apa kata kuncinya? Kemana Anda mendistribusikan content Anda selain di blog? Apa layanan social media yang Anda gunakan? Apakah Anda menggunakan channel offline?
  6. Customer Relationships - Bagian ini berubah menjadi Engagement. Bagaimana Anda berhubungan dengan pembaca Anda? Dimana target pembaca Anda paling aktif beraktivitas? Facebook? Twitter? Forum online? Apakah Anda kan membuat formulir untuk berlangganan melalui email? Apa reward Anda untuk pembaca yang membagikan link menuju artikel blog Anda?
  7. Revenue Streams - Bagian ini berubah menjadi Revenue & Benefit. Keuntungan yang Anda dapat dari blog tidak melulu sebuah penjualan produk atau iklan langsung berbentuk uang tunai. Keuntungannya bisa juga berupa hal lain yang nantinya bisa menghasilkan uang. Misalnya: Anda jadi dikenal banyak orang, Anda mendapatkan pengakuan sebagai pakar di suatu bidang, Anda mendapat rekomendasi dari publik figur. Intinya, perhatian adalah nilai tukar baru.
  8. Key Partnerships - Isilah bagian ini dengan daftar siapa saja yang bisa membantu Anda menghasilkan keuntungan. Misalnya provider blog review atau iklan PPC (pay per click) seperti: Google Adsense, SITTI, Idblognetwork. Afiliasi seperti: Clickbank, Adf.ly. Pengiklan langsung, yaitu seseorang yang mengiklankan produknya secara langsung kepada Anda. Pembaca potensial, yaotu pembaca Anda yang berpotensi memberikan keuntungan buat Anda. Event organizer, penerbit buku, dll.
  9. Cost Structures - Isilah bagian ini dengan biaya yang harus Anda keluarkan untuk mengekstrak keuntungan dari blog Anda. Bisa jadi biaya internet, biaya gathering dengan pembaca blog, biaya makan di cafe untuk rapat seminar Anda, biaya beli buku untuk sumber content, biaya ikut pelatihan SEO, dll.
Dengan menjabarkannya secara visual seperti ini, maka akan banyak sekali tersedia alternatif untuk mengekstrak keuntungan dari blog Anda. Jika selama ini Anda hanya mengandalkan pemasukan dari iklan dan belum memperoleh hasil yang optimal, lihat lagi model bisnis blog Anda. Jika Anda belum pernah membuat model bisnis untuk blog Anda, segera buat sekarang jika ingin blog Anda menghasilkan.


Caranya bagaimana? Download Business Model Canvas yang linknya saya sertakan juga dibawah. Anda boleh menggunakan versi asli atau versi modifikasi yang saya buat disini. Sama saja. Setelah itu print Business Model Canvas yang telah Anda download. Saran saya print sebanyak yang Anda bisa. Sediakan pensil dan mulailah menulis dalam kolom yang tersedia apa saja yang muncul dalam pikiran Anda. Jika Anda bisa menggambar, gambar saja.

business-model-canvas-draft
Ilustrasi: ac4d.com

Nespresso-business-model
Ilustrasi: businessmodelsinc.wordpress.com

Selain menggunakan kertas dan pensil, Anda juga dapat menulisnya dalam papan tulis/ whiteboard dan menempelkan ide-ide Anda menggunakan post-in notes. Seperti gambar berikut ini:

business-model-canvas-posi-in-notes
Ilustrasi: blog.msdn.com

business-model-canvas-posi-in-notes
Ilustrasi: officity.com

business-model-canvas-posi-in-notes
Ilustrasi: dreamacademia.at


Pada artikel selanjutnya saya akan memberikan contoh nyata beberapa model bisnis blog yang telah berhasil mengekstrak keuntungan dengan berbagai cara dari beberapa blogger dengan latar belakang yang berbeda.


Selamat mencoba.

Download Business Model Canvas (PDF)


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar: