FikryFatullah.com

Kemenangan Samsung

17 comments
Samsung Galaxy SII und iPhone 4
Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/gillyberlin/

Samsung boleh saja kalah senilai 1 Milyar Dollar lebih dalam persidangan melawan Apple. Namun setelah keputusan sidang tersebut banyak sekali momentum untuk Samsung yang datang bagai efek berantai. Beberapa kasus yang menguntungkan Samsung yang bisa saya temui Antara lain:

Kasus Pertama: Samsung di Starbucks Oleh Enrique Guiterrez

Seorang blogger bernama Enrique Guiterrez duduk di Starbucks tepat satu hari setelah pengadilan menjatuhkan putusan Samsung Melawan Apple. Ia lalu mengalami kejadian yang sangat menarik yang kemudian ia tulis di akun Google+ miliknya. Ini isi statusnya:


I'm sitting in a Starbucks doing random whatever over an iced americano. While I waiting for my drink, I watched a guy with his friend, pick up a newspaper; and start to remark on the Samsung Apple verdict. 
Guy: "Wait, so what they're saying is, Samsung is the same as Apple?"Friend: "I know, right? Makes me think twice about how much I paid for my Mac Book"Guy: "Seriously" 
Not 10 minutes later, a husband and wife, same newspaper: 
Husband: "... Samsung's iPad is the same as Apple's iPad, and I paid how much for the Apple one? Honey, I told you they were a ripoff", after looking up the Samsung tablet on his iPhone.Wife: "Oh wow," looking at the screen, "... that's a lot cheaper. Think we can return it?" 
I put my Samsung QX410 on my table, and started to plug in, when he leans over to me, "Sorry, you don't mind if I ask, how much did you pay for your Samsung laptop?"
"Oh, no worries, it was $700." I replied.  
I watched shock overcome his face, like actual shock. He looked at me, blankly, for an awkward amount of time, "Mind if I have a look?" he asked.  
So, I obliged, and showed him a few things. He commented on Windows 7, so I opened up my virtual machine of OS/X... By the time the conversation was over, he was ready to kick Cupertino in the nuts, I think. 
... Now, the punchline: 
I'm writing this post after the FOURTH group of Starbucks patrons have made the connection that Samsung is now the same as Apple. They don't know the details, they don't really care, what they know is Apple is saying that Samsung is the same as Apple ... and with one simple Google Search, you get prices that are basically half for what seems to be the same products -- for nearly everything.  
Two of these groups (including the husband/wife) asked me about my Samsung laptop, the second group noticed my Galaxy phone (also by Samsung)... Best billion dollar ad-campaign Samsung ever had.

Anda dapat membaca status Google+ nya disini. Yang terjemahan bebasnya:
Saya sedang duduk di Starbucks melakukan berbagai hal sambil menunggu kopi americano es saya. Sementara saya menunggu minuman saya, saya melihat seorang pria dengan temannya, mengambil koran, dan mulai berkomentar tentang putusan Apple melawan Samsung. 
Pria: "Tunggu, jadi apa yang mereka katakan adalah, Samsung adalah sama dengan Apple?"
Teman: "Benar kan? Hal ini membuat saya berpikir dua kali tentang betapa banyak saya membayar untuk Mac Book saya."
Pria: "Benar." 
Tidak sampai 10 menit kemudian, suami dan istri, koran yang sama: 
Suami: "... iPad Samsung adalah sama dengan iPad Apple, dan saya dibayar berapa banyak untuk Apple satu Sayang, saya katakan mereka menggelontorkan (merugikan) kita?", Setelah mencari tablet Samsung pada iPhone-nya.
Istri: "Oh wow," melihat layar, " ... itu jauh lebih murah, menurutmu kita bisa mengembalikannya.?" 
Saya meletakkan Samsung QX410 saya di meja, dan mulai untuk menghubungkannya, dia membungkuk sedikit kepada saya, "Maaf, Anda tidak keberatan jika saya bertanya, berapa Anda harus membayar untuk laptop Samsung Anda?"
"Oh, tidak masalah, harganya $ 700." Saya menjawab. 
Saya melihat wajahnya menjadi penuh kejutan, seperti kejutan yang sebenarnya. Dia menatapku, kosong, untuk waktu yang cukup lama, "Keberatan kalau saya melihat-lihat?" dia bertanya. 
Jadi, saya bersedia, dan menunjukkan beberapa hal. Dia berkomentar pada Windows 7, jadi saya membuka mesin virtual saya yang berisi OS / X. .. Pada saat pembicaraan itu berakhir, ia siap untuk menendang Cupertino jadi gila. Saya pikir.
... Sekarang, lucunya ini:
Saya menulis posting ini setelah kelompok KEEMPAT pelanggan Starbucks telah mengambil kesimpulan bahwa Samsung kini sama dengan Apple. Mereka tidak tahu detail, mereka tidak benar-benar peduli, apa yang mereka tahu adalah Apple mengatakan bahwa Samsung adalah sama seperti Apple ... dan dengan pencarian Google Search sederhana, Anda mendapatkan harga yang pada dasarnya setengah untuk apa yang tampaknya menjadi produk yang sama - untuk hampir segalanya. 
Dua kelompok ini (termasuk suami / istri) bertanya pada saya tentang laptop Samsung saya, kelompok kedua melihat ponsel Galaxy saya (juga oleh Samsung) ... Kampanye semiliar dollar terbaik yang Samsung pernah lakukan.
Catatan: terimakasih Mbak Nelly buat koreksi terjemahannya. 

Kemenangan Pertama: Samsung mendapat positioning pasar yang sama dengan Apple. Atau setidaknya masyarakat mengambil keputusan seperti itu berdasarkan hasil persidangan. Dan Samsung melakukannya praktis dalam satu malam. Positioning adalah proses yang panjang dan rumit menempatkan brand dalam benak pasar untuk menambah daya saing. Disini Apple justru membantu Samsung mendapatkan positioning yang sangat baik, dengan waktu singkat, melalui tuntutan paten mereka. Apakah ada brand lain (selain Apple) yang memiliki positioning yang sama dengan Samsung untuk pasar smartphone saat ini? Saya ragu.


Kasus Kedua: Meningkatnya Penjualan Galaxy S3 Di Amerika

Trip Chowdhry, seorang analis dari Global Equity Research menemukan peningkatan signifikan dalam penjualan Samsung Galaxy S3. Ia pergi ke beberapa toko dan menemukan penjualan Galaxy S3 melampaui penjualan iPhone 4S disemua toko tersebut. Ini pernyataan darinya yang saya kutip dari OMG Droid:

Since the verdict, the Samsung Galaxy S III outsold the Apple iPhone 4S at all five Sprint and three Verizon locations that the analyst visited. None of the Verizon stores and just two of the Sprint locations had sold out of the model. Meanwhile, out of three Costco stores visited by the analyst, two were sold out of the AT&T and T-Mobile models of the Samsung Galaxy S III while the third store was sold out of the AT&T variant but had the T-Mobile model in stock.
Kemenangan Kedua: Kemenangan Apple dalam persidangan memang memberikan pukulan yang telak bagi Samsung. Selain harus membayar denda, beberapa produk Samsung juga terancam akan dilarang beredar di Amerika. Namun hal ini justru membuat masyarakat Amerika buru-buru membeli produk Samsung sebelum produk tersebut dilarang beredar. Ingatlah bahwa perasaan kehilangan lebih menjual daripada perasaan ingin memiliki. Dan Samsung sedang merasakan momentum ketakutan masyarakat Amerika kehilangan Galaxy S3 mereka.

Kasus Ketiga: Samsung Membayar Denda Dengan Uang Koin Yang Dihantarkan Oleh 30 Truk.

Beberapa hari setelah berita kekalahan Samsung, beredar kabar di internet bahwa Samsung membayar Denda 1 Milyar Dollar lebih tersebut dalam bentuk uang receh atau uang koin. Samsung mengirimkan 30 Truk ke markas Apple. Keamanan kantor Apple awalnya mengira bahwa truk ini salah jurusan, namun tidak lama Samsung menghubungi Apple dan mengatakan bahwa truk itu berisi denda mereka. Samsung melakukan ini karena pengadilan tidak pernah memerintahkan keterangan bagaimana mereka harusn membayar dendanya. Belakangan baru terbukti bahwa kabar ini bohong.


Kemenangan Ketiga: Tersebarnya kabar ini adalah merupakan bukti bahwa masyarakat sudah memposisikan Samsung setara dengan Apple. Masyarakat sudah memahami kalaupun Samsung ingin berbuat "nakal." Karenanya banyak masyarakat tidak memeriksa apakah ini benar dan langsung menyebarkannya karena menganggapnya keren. Ya, Samsung sudah sama kerennya dengan Apple. Terimalah.


Kasus Keempat: Kisah Naga Dan Kangguru.

Pada bulan Mei 2012, seorang pengguna Samsung di Kanada: Shane Bennet mengirimkan pesan untuk perusahaan asal Korea Selatan tersebut melalui Facebook. Isi pesannya adalah ia ingin memiliki Samsung Galaxy S3 yang baru dan meminta Samsung untuk memberikannya secara cuma-cuma.




Samsung lalu membalas pesan tersebut. Karena senang dengan jawaban dari Samsung, Shane meng-upload foto jawaban tersebut ke Reddit.


Foto tersebut memancing reaksi banyak orang dan akhirnya menjadi viral. Minggu lalu Samsung membuat Galaxy S3 khusus untuk penggemarnya tersebut sebagai ucapan terimakasih. Smartphone ini dibuat khusus dan hanya ada 1 di dunia. Shane kembali membuat heboh di Reddit.



Samsung juga mengirimkan surat bersama dengan Galaxy S3 tersebut, ini isi surat dari mereka:
“Dear Shane,

As a token of our appreciation for the positive media you helped us attain earlier this spring, we’d like to thank you with this very cool one-of-a-kind Samsung Galaxy S III. This is the only customized S III in Canada, and we hope you enjoy it as much as we enjoyed watching the story of the Dragon and the Kangaroo go viral.

Many thanks,
Samsung Canada.”
Publik akhirnya memberi judul: "Dragon Phone" untuk kisah ini.
Kemenangan Keempat: Apple memang perusahaan besar, namun kurang berinteraksi secara sosial. Anda mungkin tidak pernah mendengar cerita seperti ini dari Apple. Steve Jobs semasa hidupnya terkenal sebagai penjawab email yang payah. Jawaban-jawaban emailnya bahkan dikompilasi hingga menjadi buku. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kasus Dragon Phone. Ini tentunya membuat kampanye marketing berbasis empati ini menjadi begitu spesial di masyarakat dan akhirnya menjadi viral. 
Kesimpulan
Dengan biaya "hanya" 1 Milyar Dollar, Samsung berhasil mengukuhkan brand-nya sehingga menjadi setara dengan Apple dan menjadi produsen smartphone paling menguntukngkan no. 2 di dunia. Bandingkan dengan Microsoft yang sudah mengakuisisi Skype senilai 8 Milyar Dollar namun tidak mendapatkan dampak yang serupa. Dan dimana Blackberry sekarang?

Pelajaran yang dapat saya ambil adalah: Apa yang lebih baik dari menerima kekalahan? Memanfaatkannya!
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

17 komentar:

  1. Saya setuju sekali dengan isi tulisan ini...

    BalasHapus
  2. Meski mempunyai kesimpulan serupa,
    Posting ini dibuat telaten banget, banyak data dan ceritanya

    BalasHapus
  3. keren banget tulisannya..
    "Apa yang lebih baik dari menerima kekalahan? Memanfaatkannya!"
    :)) Nice..

    BalasHapus
  4. Setuju banget sama tulisannya, momen ini sebenarnya adalah kemenangan Samsung :) *bukan karena mentang-mentang lagi numpang hidup di Korea jadinya belain Samsung :D*

    Ohya, boleh kasi koreksi dikit di terjemahan dari "I'm writing this post after the FOURTH group of Starbucks patrons have made the connection that Samsung is now the same as Apple.", "Saya menulis postingan ini setelah keempat pelanggan Starbucks ..."; dan yang ini "he was ready to kick Cupertino in the nuts" jadi "kupikir dia siap membuat Cupertino jadi gila". Cupertino adalah toko original karyawan Apple di San Francisco (http://www.apple.com/companystore/ & http://goo.gl/vQaqB) :)

    BalasHapus
  5. @Bukik Eh, Mas Bukik apa kabar? Makasih mas udah singgah :D

    BalasHapus
  6. @thoy2 Terimakasih. Menerima kekalahan itu baik, sportif. Tapi menjadikan kekalahan sebagai momentum dan memanfaatkannya itu luar biasa. Jarang perusahaan (apalagi sebesar Samsung) bisa kaya gini.

    BalasHapus
  7. @Anonim Dari total jumlah artikel, blog ini lebih banyak membahas Apple daripada Samsung dan saya sekarang saya bukan pengguna keduanya.

    BalasHapus
  8. @theonlynelly Terima kasih mbak Nelly atas koreksinya. Terjemahannya sudah saya update. Nanti kalau main ke Medan bilang-bilang ya :D

    BalasHapus
  9. @Fikry Fatullah

    Sama-sama, dengan senang hati pak :)

    Wah kebetulan nih belum pernah ke Medan, semoga suatu saat bisa dimudahkan silaturahim kesana :D

    BalasHapus
  10. "Kampanye semiliar dollar yang Samsung pernah lakukan" seharusnya "Kampanye semiliar dolar TERBAIK yang Samsung pernah lakukan"... BTW, nice post and share...

    BalasHapus
  11. @Zakka Fauzan Muhammad Sudah diupdate mas, terimakasih sudah mengingatkan :D

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Fuuuh, pelajaran yg sangat mahal, untuk keduanya.
    Dari perspektif dunia kreatif, itulah buktinya, ide itu tak ada harganya, tanpa eksekusi.
    Meski pengadilan memenangkan pihak penggagas, toh nilai denda itu bukanlah nilai atas ide, karena sudah tereksekusi idenya menjadi produk. Nilai itu hanya atas tuntutan hukum saja.
    Dari perspektif marketing, apa saja bisa jadi alat khan.

    BalasHapus
  14. @HeruLS Sayangnya pelanggan tidak perduli kasus hukum sebuah perusahaan dan perusahaan hidup dari pelanggannya bukan kemenangan dari tuntutan hukum.

    BalasHapus
  15. Hahaha, keren abis. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Thanks for sharing :)

    BalasHapus