FikryFatullah.com

Mengatasi Rasa Takut Berbicara Didepan Umum

4 comments
Stage
Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/jkroll/

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan yang berisi:


Bagaimana cara menghapus rasa takut/ ga pede/ segan/ malu kalau  ketemu orang dan berbicara didepan umum? 

Komunikasi (baik didepan publik maupun individu) adalah skill yang sangat penting dalam bisnis dan pemasaran. Mempresentasikan ide Anda didepan umum adalah bentuk paling dasar dalam komunikasi pemasaran. Dari awal manusia mengenal perdagangan, manusia sudah mempresentasikan barang dagangannya untuk menarik pembeli dan menambah nilai daya saing produknya.

Biasanya semakin penting idenya, acaranya, atau lawan bicaranya akan semakin sulit untuk mempresentasikannya. Beruntung, pengalaman saya selama 12 tahun didunia musik dan setahun berikutnya didunia training dan consulting banyak membantu saya berkomunikasi secara sistematis. Musik adalah media komunikasi universal dimana kita sering kali kita harus mempresentasikan ide secara tidak sendiri. Dengan demikian komunikasi yang kita bangun tidak hanya dengan penonton melainkan juga dengan sesama musisi yang ada di panggung. Dan semua ini harus kita lakukan seringkali tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.

Berdasarkan pengalaman saya, pada dasarnya hanya ada 3 tahapan dalam setiap presentasi:


  1. Preparations - Tahap ini adalah dimana Anda mempersiapkan presentasi atau ide Anda. Apa yang harus Anda katakan dan apa yang harus TIDAK Anda katakan.
  2. Design - Ini adalah tahapan dimana Anda merancang dan memperindah ide Anda. Disinilah Anda membuat slide untuk presentasi, proposal bisnis, memilih pakian, dan apapun yang dapat mendukung Anda mempresentasikan ide Anda dengan lebih baik
  3. Delivery - Ini adalah momen kebenaran. Disini Anda tidak bisa mundur lagi. Semua persiapan yang Anda lakukan adalah untuk momen ini. Disinilah Anda harus menghantarkan ide Anda kepada audiens.
Kebanyakan masalah terjadi pada tahap ke-3 yaitu Delivery. Disinilah seseorang biasanya gugup, tidak konsentrasi, dan melupakan semua yang sudah Ia latih sebelumnya. Saya memiliki beberapa tips agar ini tidak terjadi:

Curilah Gaya Presentasi-Presentasi Yang Bagus

Carilah referensi presentasi sebanyak yang Anda bisa. Datanglah ke seminar-seminar dan workshop bisnis. Lihat bagaimana sang trainer mempresentasikan materinya. Rajin-rajinlah mengunjungi situs seperti TED atau menonton video presentasi apapun di Youtube. Curi apapun yang bisa Anda curi dari sana. Curi, jangan menjiplak, bedakan! Dengan mencuri artinya Anda mengambil gaya presentasi seseorang dan mengolahnya sedimikian rupa sehingga menjadi milik Anda. Musisi melakukannya setiap saat, mereka menggunakan not yang sama, bahkan kadang lagu yang sama, namun bisa terdengar sangat berbeda.

Good artist copy, great artist STEAL! - Picasso.

Jangan Latihan Terlalu Banyak

Latihan itu perlu. Latihan dan pengulangan akan membuat Anda siap menghantarkan ide-ide Anda dengan baik. Namun jika Anda melakukannya terlalu banyak, presentasi Anda akan kaku, kehilangan fleksibilitasnya, serta mematikan kemampuan improvisasi Anda. Latihan juga akan memunculkan ketakutan-ketakutan yang belum tentu akan terjadi. Presentasi Anda tidak akan pernah 100% seperti yang Anda harapkan, terimalah! Berlatihlah secara bebas. Jangan menentukan waktu khusus, santai saja. Jangan bebani diri Anda, latih dan kuasai yang Anda bisa Anda kendalikan. 

Sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan, lupakan! - Mas J.

Jangan Bergantung Pada Properti Pendukung Presentasi

Properti pendukung presentasi seperti slide, proposal, dll tidak akan banyak membantu Anda. Audiens Anda tidak akan perduli. Jika Anda salah men-design properti Anda (contoh: slide yang jelek) bisa-bisa presentasi Anda akan makin membosankan.












Source: 9gag.com via Fikry on Pinterest


Properti juga sering mengacaukan. Slide Anda kadang tidak keluar seperti yang Anda mau, proposal Anda bisa saja basah kehujanan sebelum tiba ditangan investor. Kegagalan properti presentasi akan mengakibatkan Anda semakin gugup saat akan melakukan presentasi. Fokuslah pada cerita apa yang ingin Anda sampaikan, slide, proposal, ataupun properti lain sifatnya hanya sebagai pendukung.

Berbicaralah Kepada Satu Orang

Berapa orang pun jumlah audiens Anda, berbicaralah seolah-olah kepada satu orang. Dari pada mengatakan "kalian," katakanlah "Anda." Daripada "teman-teman," katakanlah "kamu." Hal ini akan membuat presentasi Anda lebih seperti percakapan daripada pidato.  Selain baik untuk audiens, hal ini juga baik untuk Anda. Akan lebih mudah bagi Anda jika menganggap seolah-olah Anda berbicara kepada satu orang. 

Tidak Akan Ada Yang Perduli

Yakinkan diri Anda tidak ada yang perduli dengan presentasi Anda, audiens Anda berada disitu bukan untuk Anda. Setelah presentasi Anda, mereka akan pulang dan kembali kedalam kehidupan mereka seperti presentasi Anda tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan berfikir seperti ini, Anda akan merasa beban Anda hilang dan presentasi Anda akan lebih mengalir. Anda tidak akan khawatir kalau Anda akan melakukan kesalahan, karena toh kalaupun Anda salah tidak ada yang perduli. Jika ternyata presentasi Anda berhasil dan audiens Anda suka, anggaplah sebagai bonus. 

Kesimpulan

Tidak ada yang dapat mengalahkan pengalaman. Semakin Anda sering berbicara di depan publik, Anda akan semakin terbiasa dan akan mulai menikmatinya.

Selamat Mencoba.

Jika Ada yang ingin Anda tanyakan, silahkan hubungi saya. Pertanyaan Anda akan saya jawab melalui blog ini. 

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar:

  1. thanks mas atas sharingnya...tipsnya kereeen abis.. :)

    tambahan, tatap mata audiens secara menyeluruh.jadi tidak fokus satu titik saja namun menyebar...

    BalasHapus
  2. @ady saputro Makasih buat tambahannya mas, bener jangan fokus ke satu objek, tapi pandangan juga jangan menyebar terlalu cepat. Beberapa orang menyebut fenomena ini "Aerosol Eyes" karena gerakan mata yang menyebar kekanan-kiri seperti cat semprot (aerosol.) Hal ini malah membuat kita terlihat tidak tenang dan tidak menguasai materi.

    BalasHapus