FikryFatullah.com

Latihan Menghasilkan Uang

4 comments
Oldskool #dymo #labelwriter
Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/bramus/

Menghasilkan uang adalah skill, dan seperti skill yang lain, kita harus melatih, mengulanginya, dan membuat kesalahan, hingga kita menajdi mahir.

Memulai bisnis dan menghasilkan uang dari bisnis tersebut adalah 2 hal berbeda. Menghasilkan uang adalah kebutuhan setiap bisnis, cashflow (arus uang kas) adalah darah dari bisnis. Tidak ada uang = tidak ada darah, bisnis Anda akan mati. Anda harus bisa menghasilkan uang dari hari pertama Anda memulai bisnis.

Saya pertamakali menghasilkan uang pada saat kelas 1 SMP. Saat itu ibu saya membelikan saya sebuah alat pembuat label seperti gambar diatas. Ibu memberi label semua buku tulis kami dengan alat tersebut. Saat pembagian nilai, guru kami memanggil satu persatu nama siswanya untuk mengembalikan buku tulis yang telah Ia beri nilai. Saat itu guru saya berujar: 

"Nah, anak2, lihat ini, bukunya bagus pakai label, rapi." (catatan: anak-anak SMP pada zaman saya tidak sedewasa anak-anak SMP sekarang.)

Ia mengatakannya sambil mengangkat buku saya ke udara. Sepulang sekolah teman-teman saya menanyakan bagaimana saya melakukannya. Inilah pengalaman pertama saya menghadapi demand (permintaan) dan peluang. Saya langsung berfikir, jika saya butuh, teman-teman saya pasti butuh. Guru saya sudah menjadi brand ambassador saya yang pertama.

Keesokan harinya sebelum berangkat sekolah, saya membuat deal bisnis pertama dalam hidup saya dengan ibu saya sendiri. Saya mengatakan akan membeli alat pembuat label itu. Ibu saya tertawa kecil sambil karena uang jajan saya saat itu hanya 500 rupiah setiap hari. Harga alat itu sekitar 32000 rupiah dan pita untuk labelnya 25000 rupiah untuk satu roll. Saya terus meyakinkan ibu saya hingga akhirnya berhasil membawa alat itu kesekolah.

Hari itu, omzet saya 25000 rupiah, saya senang bukan kepalang karena itulah kali pertama saya menghasilkan uang dengan keringat saya sendiri. 

Singkat cerita saya berhasil membeli alat itu, namun sudah hampir semua teman-teman satu kelas saya (dan kelas-kelas tetangga) memiliki label di bukunya, hal ini membuat omzet menurun drastis. Belum lagi beberapa teman saya sudah memiliki alat serupa bahkan lebih bagus. Disanalah saya belajar tentang supply (penawaran,) persaingan usaha, dan kejenuhan pasar. 

Saya tidak menjadi kaya karena alat pembuat label tersebut, namun ilmu yang saya dapat melekat hingga sekarang.

Latihan menghasilkan uang saya berlanjut saat saya SMA dan kuliah. Saya melakukan banyak hal seperti: menjual kue, jasa membuat komik, mengajar bass, menjual alat-alat musik, menjual handphone, dan menjual beberapa barang yang sebaiknya tidak saya tulis disini.

Kini internet memudahkan segalanya, Anda bisa latihan menghasilkan uang dengan resiko yang minim dan tanpa menggunakan uang untuk memulainya. Ini beberapa ide yang bisa Anda lakukan:

Jual Secara Offline Produk Yang Anda Temui Di Internet

Banyak yang bertanya setelah saya mengatakan hal ini: "loh kan semua orang bisa liat harga aslinya? Gimana kita mau ambil untung?" Jawabannya: bisa! Saya melakukannya setiap saat bahkan sampai sekarang. Banyak alasan seseorang tidak bertransaksi di internet: gaptek, tidak lihai menggunakan mesin pencari, takut barang tidak sampai, tidak punya rekening bank, dll. Latihannya mudah, setiap kali teman Anda membutuhkan barang apapun, katakan: Ada! terlebih dahulu, lalu carilah di internet. 

Salah satu prestasi saya adalah menjual bass Fender bekas seharga 15 juta padahal produk tersebut berharga jauh lebih murah dan dengan mudah akan muncul jika seseorang menulis kata kunci: "jual bass fender" di Google.

Jual Kembali Produk Yang Anda Beli

Ini latihan yang sedikit gila namun akan mengajari Anda banyak sekali hal terutama mengenai marketing. Belilah barang apapun yang Anda temui di Kaskus, Yukbisnis atau di website jual beli apapun. Segera setelah produk itu Anda beli, jual kembali! Ya! JUAL KEMBALI DI WEBSITE YANG SAMA! 

Ubah foto produknya, ubah kemasannya, ubah judul iklannya, ubah kata-kata dalam iklannya, lengkapi detailnya, tambahkan video, tambahkan produk bonus, ubah target pasarnya, dll. Bereksperimenlah! Cobalah menghasilkan keuntungan dari sana dengan menambah daya saing barang tersebut. Sering-seringlah berlatih seperti ini, jika Anda berhasil, tidak hanya Anda akan mendapatkan uang. Pengetahuan marketing, visual branding, komunikasi, dan copywriting Anda akan berkembang dengan pesat.

Jual Produk Yang Sulit Terjual

Saya beruntung banyak sekali belajar marketing dan sales saat masih tergabung dalam Cora Amplifier. Sulit menjual perlengkapan musik, dan amplifier adalah salah satu yang paling sulit. Harganya mahal, hampir tidak pernah rusak, selera musisi berbeda-beda, ukurannya besar, sulit membawanya, bisasanya panitia sudah menyediakannya di panggung saat ada acara, dan suara amplifier kini mudah ditiru dengan efek pedal atau aplikasi di komputer. Hal ini membuatnya tidak menjadi prioritas untuk musisi. Mereka memilih menambah koleksi gitar daripada membeli amplifier-nya. Namun setelah beberapa tahun, saya berhasil menjual produk-produk Cora Amplifier bahkan hingga ke mancanegara.

Yang saya pelajari dari sini adalah, sering kali apa yang dikomunikasikan oleh sebuah brand bukan yang ingin didengar oleh pasar. Di dunia musik, musisi tidak butuh teknologi terdepan, komponen terbaik, atau tampilan yang bagus. Namun itulah yang banyak kita temui saat ingin membeli amplifier. Mereka butuh sebuah alat yang bisa menghasilkan suara seperti yang mereka dengar didalam kepala mereka, mudah pengoperasiannya dan memiliki kualitas yang baik. Butuh beberapa tahun hingga akhirnya saya mengerti hal ini. 

Tanya teman, saudara, atau tetangga Anda adakah produk yang sulit yang ingin mereka jual. Produk yang sulit bisa jadi yang harganya mahal, ukurannya besar, tidak terlalu dikenal masyarakat, tidak terlalu dibutuhkan pasar, dll. Tetangga saya baru saja menjual lemari pakaian raksasanya beberapa hari yang lalu, kami berdiri hingga 3 jam didepan rumah saya membahas bagaimana mejualnya. Ia menjual cerita dibalik lemari tua tersebut untuk menarik pembeli. Seru!

Selain 3 hal diatas, banyak lagi alternatif latihan yang dapat Anda lakukan seperti: menjual eBook, menjadi reseller, menjual jasa secara online, menjual konsultasi via skype, dll. 

Intinya adalah berlatih dan berlatih lagi. Awalnya pasti sulit. Seiring dengan waktu Anda akan semakin lihai menghasilkan uang, namun Anda tidak akan pernah bisa berhenti berlatih. Perubahan akan memaksa Anda terus melakukannya.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Yurianty Br Sianturi8 September 2013 21.30

    Terimakasih ya.D

    BalasHapus
  2. Mas fikry, tuliskan secara detail dong soal kulkas, bass fender dan pengalaman2 lainnya banyak yg menarik dan buat bertanya. Bagaimana caranya..
    Trimakasih mas

    BalasHapus
  3. fadhil purnahar22 April 2015 11.20

    mas situs situs resmi perjaan di internet ada gak... saya mau cari uang di internet kemampuan sama dalam bidang IT teknik jaringan komputer...

    BalasHapus
  4. fadhil purnahar22 April 2015 11.22

    mas kalo ada inbox email saya yaaa. ini emailnyaa fpurnahar100@gmail.com. saya bosen mas di kos bantu saya ya mas.. maksih mas!

    BalasHapus