FikryFatullah.com

Belajar Dari Chef

4 comments
Small Berti Chef's Knife
Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/dinnerseries/
Beberapa waktu yang lalu saat berkunjung ke Bandung, saya sempat singgah ke Restoran Nyonya Rumah. Makanannya enak, kursi dan meja makan rumahan membuat tempatnya jadi homy, atmosfirnya bikin betah, ditambah sejuknya kota Bandung dan penerangan yang pas, saya jamin Anda tidak mau beranjak meski sudah kenyang.

Namun yang spesial adalah saat saya berada di kasir, saya menemukan sebuah buku yang berjudul: "500 Resep Makanan Dan Minuman Paling Nikmat." Buku itu merupakan hasil karya sang Nyonya Rumah. Ya, sang pemilik restoran.

Kenapa pengusaha restoran mau membagi resepnya? Bukankah resep merupakan rahasia bisnis restoran? Mungkin Anda akan lebih kaget lagi jika ternyata Nyonya Rumah sudah merilis banyak sekali buku yang jika saya total, Ia telah membagi lebih dari 3000 resep. Saya yakin resep makanan yang ia jual di restoran Nyonya Rumah pun sudah ada disalah satu buku tersebut.


Saran saya Anda juga harus membagi semua hal yang Anda tahu seputar bisnis Anda, kenapa? Mengetahui rahasia bisnis tidak akan cukup untuk membangun bisnis itu sendiri. Apakah orang yang membaca buku Nyonya Rumah seketika langsung membuka restoran tandingan di depannya dan membuat restoran Nyonya Rumah tutup? Tidak! Bisnis tidak berjalan dengan cara seperti itu.

Bisnis adalah proses, butuh komitmen besar menjalankannya. Mengetahui resep makanan (atau rahasia perusahaan Anda apapun itu) hanyalah bagian kecil dari proses tersebut. Nyonya Rumah tidak sendiri, banyak lagi Chef-chef yang membagikan resepnya baik didalam maupun diluar negri. Chef Farah Quinn setiap minggu membagikan rahasianya, apakah kemudian seorang gadis cantik muncul, meniru resepnya, dan kemudian menurunkan rating acaranya hingga tidak tayang lagi? Saya ragu. Bahkan perusahaan sebesar McDonald's Kanada juga melakukannya. Mereka membagikan cara membuat Big Mac setelah salah satu pelanggan mereka bertanya bagaimana mereka membuat saus burgernya. Apakah McDonald's jadi memiliki banyak pesaing, rugi, bangkrut, dan tutup? Tidak!


Masalahnya hampir seluruh pengusaha yang saya kenal takut rahasia bisnisnya terbongkar jika membuat bisnis mereka jadi lebih transparan. Kabar buruknya adalah, jikapun Anda menyembunyikan rahasia bisnis Anda, seseorang diluar sana akan mengetahuinya, membongkarnya, dan membagikannya secara cuma-cuma. McDonald's menyadari ini. Resep mereka sudah terlanjur beredar luas di internet. Daripada rahasia bisnis Anda dibongkar oleh orang lain, kenapa tidak Anda sendiri yang memberitahukannya? Selain pelanggan jadi lebih percaya kepada perusahaan Anda, Anda akan langsung dianggap pakar di bidang Anda jika Anda melakukannya dengan benar. Ingatlah bahwa 80% pembelian terjadi karena pembeli menyukai penjualnya. Pembeli akan menyukai Anda dan percaya kepada Anda jika Anda jujur dan transparan. Hal ini sudah terbuktri dari zaman Rasulullah SAW.

Kepercayaan hingga saat ini (dan sampai kapanpun) masih merupakan senjata pemasaran terbaik. Jadi, jangan ragu untuk berbagi.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Sungguh, menjaga kepercayaan adalah modal utama sukses, di bidang apa saja.

    BalasHapus
  2. Jangan ragu untuk berbagi. Hmm. Saya jadi ngefans anda, om :)

    BalasHapus