FikryFatullah.com

Dear Takita

1 comment

Dear Takita
Terimakasih untuk suratmu. Disini kami akan berusaha membalas suratmu dengan bercerita bagaimana bercerita bisa bermanfaat untukmu.

Dear Takita
Kelak saat dewasa engkau akan lihat bahwa masyarakat lebih mudah mempercayai cerita hantu daripada manfaat yang jelas dari suatu ilmu.

Dear Takita
Kelak saat dewasa engkau akan melihat dukun klenik lebih banyak dikunjungi daripada dokter dengan sertifikat otentik.

Dear Takita
Kelak saat dewasa engkau akan melihat sinetron di televisi lebih menarik daripada buku yang dapat membekali masa depanmu nanti.


Dear Takita
Seperti sudah engkau lihat diatas bahwa cerita membawa dampak lebih besar daripada fakta. Kelak saat kau dewasa janganlah engkau lupa.



Dear Takita
Namun cerita tidak hanya berdampak negatif saja.
Kau akan melihat bagaimana islam mengajarkanmu kehidupan melalui cerita dalam Qur'an dan hadistnya.

Kau akan melihat bangsa ini merupakan bangsa yang besar melalui cerita masalalunya yang luas terdengar.

Jika nanti engkau memutuskan menjadi pengusaha, hari-harimu akan penuh dengan cerita keberhasilan bisnis yang terlebih dahulu bergema.

Cerita dari pengusaha terdahulu yang dapat menjadi ilmu untuk menjalankan bisnismu.

Kau akan melihat sesungguhnya kampanye-kampanye marketing yang paling berhasil adalah yang kekuatan ceritanya tiada tanding.

Dear Takita
Kelak kan kau sadari bahwa kita tidak akan pernah benar-benar dewasa. Kita hanya berhenti bermain, berhenti berkhayal, dan berhenti bercerita.

Padahal jauh didalam hatinya orang-orang yang mengaku dewasa itu masih percaya cerita-cerita yang kadang tak masuk akalnya.


Dear Takita
Kini keluarga kami memiliki harta, anak kami Hafiy namanya.
Anak laki-laki yang belum setahun usianya.

Televisi merupakan benda asing baginya. Layar kaca itu tidak ada dalam kamarnya. Kami lebih suka bercerita kepadanya walau menerka-nerka apakah ia mengerti setiap kata yang masuk ke telinga kecilnya.

Namun itu urusan nanti, biarlah saat-saat ini kami nikmati.

Mudah-mudahan kelak ia tidak hanya menghargai fakta yang terperinci namun juga imajinasi dalam hati.

Kelak ia akan berkata: "Bukan tidak masuk akal, namun akalnya yang belum masuk" kepada teman-temannya. 

Kelak mudah-mudahan pemikirannya tidak kaku bagai batu namun kuat tetapi lentur bagai bambu.

Kelak bercerita akan menjadi skill yang membantu banyak hal dalam hidupmu. Berimajinasilah selalu.

Salam sayang untukmu Takita.

Abi-nya Hafiy.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar:

  1. Hai Ayah!
    Terima kasih buat balasannya

    Salam Takita buat Hafiy ya

    BalasHapus