FikryFatullah.com

Tentang Seminar Bisnis

4 comments
T2, Founders Business Seminar: Water and Energy for Food, Fiber and Fuel_10


Banyak teman-teman saya (terutama pengusaha) yang sering kali, setelah melihat brosur atau iklan seminar bisnis langsung berkata:


"Wah, ini bagus pasti ilmunya, ikut yuk Fik.."

Bagus! Mungkin. Namun saya yakin ilmu sebagus apapun yang dibagikan di sebuah seminar bisnis tidak akan cukup untuk Anda. Saya yakin seyakin yakinnya ilmu tersebut bisa Anda dapat gratis diluar seminar tersebut, jika Anda cukup getol mencarinya dan tekun mempelajari dan mempraktekannya, Anda akan mendapatkan manfaat yang sama. Menurut saya seminar bisnis harusnya lebih dari itu.


Jangan salah, saya suka ikut seminar bisnis, pelatihan, workshop, atau apapun namanya. Saya usahakan selalu meng-upgrade ilmu bisnis saya. Kalau tidak bisa offline ya ikut online seperti webminar. Kalaupun tengah malem, biasanya saya jabanin. Saya sudah ikut banyak sekali pelatihan bisnis, dari mulai yang tidak bisa saya lupakan detik per detik, hingga yang saya menyesal pernah mengikuti seminar tersebut bahkan dengan hanya mengingatnya. 

Pertanyaannya kalau tidak nyari ilmunya jadi nyari apa? 

Experience alias PENGALAMAN.

Saya melihat seminar bisnis seperti konser musik. Plek, tidak ada bedanya. Dulu, saat saya rajin menonton konser musik, dari mulai SO7 hingga ensambel dari Jepang yang bahkan untuk mengeja nama band-nya pun Anda harus kursus terlebih dahulu. Saya tidak datang ke konser musik (terutama yang harga tiketnya cukup mahal seperti konser-konser luar negri) hanya untuk mendengarkan lagu mereka. Namun untuk melihat permainannya secara langsung, nyanyi sambil teriak-teriak tidak tentu arah, tepuk-tepuk tangan bareng penonton, lompat-lompat., dll. Intinya experience.

Jika Anda penggemar band seperti Mr. Big, Casiopea, atau Level 42, Anda mungkin memperhatikan bahwa band-band ini membawakan lagu mereka secara live dengan komposisi yang PERSIS sama dengan yang ada didalam album. Lirik per lirik, not per not. Jadi ngapain saya harus bayar dan nonton kalau hanya untuk mendengarkan lagunya? CD player saya saat itu memiliki kualitas yang lebih baik daripada tata suara di panggung. Namun saya kesana untuk lihat Billy Sheehan, untuk menonton Mark King, dkk. Intinya Experience!!

Harapan saya di alam bawah sadar saat membaca brosur seminar bisnis yang bagus sama dengan saat saya membaca brosur paket liburan indah ke Raja Ampat. Experience!! 


Hal inilah yang terjadi di seminar bisnis. Ilmunya penting. Banget! Tapi apa yang saya rasakan di seminar tersebut lebih penting! 

Menurut saya Entrepreneur Camp berhasil karena hal ini. Dalam 3 hari 2 malam, pelatihan tersebut mampu membuat kami yang kebanyakan tidak saling kenal menjadi sebuah keluarga besar saat pelatihan tersebut selesai. Kalau Anda suruh saya menjelaskan secara detail ilmu yang saya pelajari di E-camp? Mungkin saya sudah banyak yang lupa. Tapi jika Anda ada waktu, saya akan bersedia menceritakan kepada Anda kapan saja Anda ingin mengetahui apa yang saya rasakan disana.

Disisi lain, saya pernah mengikuti suatu seminar dimana pembicaranya duduk lesehan, tidak ada persiapan materi, dan menerima panggilan telepon ditengah-tengah presentasi yang sangat membosankan. Saya (dan beberapa peserta seminar yang saya kenal) merasa sangat tidak dihargai. Padahal untuk mencapai lokasi seminar tersebut saya sempat nyasar 2 kali (maklum, baru pindah, jadi belum hapal Bandung.) Memang, pembicaranya digembar-gemborkan memiliki prestasi kelas dunia. Tidak sedetik pun saya meragukan ilmunya sampai sekarang, namun saya belum tentu akan ikut seminar beliau lagi seumur hidup saya bahkan jika Anda membayar saya.

Experience di seminar bisnis juga selalu berbeda. Pak Tung Desem Waringin dengan lompat-lompat dan teriak-teriaknya sampai peserta keringetan, seperti nonton musik Rock. Atau pak Heppi Trenggono yang kalem, tenang, ngomong seadanya, namun berisi, seperti musik pop 80-an. Atau mungkin Mas Ippho yang penuh visualisasi seperti musik religi. Semua akan menghadirkan pengalaman yang berbeda. 

Seminar bisnis yang baik akan mempengaruhi alam bawah sadar. Ilmunya mungkin akan kita lupakan, namun pengalamannya akan selalu melekat. Soal pesertanya berhasil mengaplikasikan ilmunya atau jadi orang sukses gara-gara ikut seminar, itu kembali ke pesertanya masing-masing. 

Siapa sih yang bisnisnya bener-bener sukses gara-gara satu seminar? Kalaupun ada saya yakin jumlahnya kecil banget. Namun kalau yang gara-gara terinspirasi suatu seminar hingga mengikutinya berkali-kali dan akhirnya jadi penggemar si pembicara seminar? Banyak! Sama seperti konser musik. 

Buat pembicara seminar: ilmu Anda sangat berharga, namun hati kami lebih berharga. Sentuhlah.

Oh ya, oot dikit. Saya sekarang lebih banyak nulis di YukBisnis HOT. Singgah ya :D

Ilustrasi: worldwaterweek
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar:

  1. Pertama aku sempat tersentak, mempertanyakan apakah aku juga gagal menyentuh hati orang-orang yang pernah ikut... eh, itu aku bawa kecap-kecap bisnis yah? :))

    Tulisan yang bagus, Fik.

    BalasHapus
  2. Semakin pindah, semakin jarang ngeblog di sini juga ya bang, hahaha.

    BalasHapus
  3. tulisan menarik nih bang Fikri, sentuh hati untuk jadi orang2 yg bisa hebat dan menginspirasi orang lain bergerak jauh lebih baik :)

    BalasHapus
  4. Trimakasih mas Fikri,klo agar para peserta seminar bisa terus dan terus tertarik ikut seminar&workshop yg kita adakan gmn ya mas? faktor beli laginya di tempat saya kurang, padahal harga tiket workshop/seminar udah murah lho

    BalasHapus