FikryFatullah.com

Kenapa Kita Perlu Tidur Lebih Banyak

Leave a Comment

Penyakit jika kurang tidur.

Jika sudah membahas tentang tidur, ada 2 pendapat yang bertentangan namun sangat diterima di masyarakat. Pendapat pertama adalah jika kekurangan tidur, akan berdampak buruk bagi kesehatan, berbahaya kalau mau nyetir, hingga akan menganggu pekerjaan sehari-hari. Katakan pada semua orang yang Anda temui, kemungkinan besar orang tersebut akan setuju. Anggukan universal.

Namun ada pendapat kedua, sangat bertentangan, tidur itu identik dengan malas. Tidur adalah perilaku orang yang sulit untuk maju. Jika Anda dikaitkan dengan “si tukang tidur” sudah pasti Anda akan dianggap malas ataupun kurang produktif.

Di satu sisi kita ingin menjaga kesehatan, disisi lain kita menyalahkan jika kita menjaganya.

Kita melihat kemampuan seseorang untuk tidak tidur sebagai tindakan mirip patriotisme. Kita mengagumi si kurang tidur. Jika Anda banyak membaca buku bisnis, Anda akan melihat jam tidur orang-orang sukses yang sangat sedikit, bahkan beberapa pendiri startup (perusahaan yang baru mulai) dikagumi karena kemampuannya untuk tidak tidur dan mandi berhari-hari.


Sleep is for the weak.

Atau

Dream but don’t sleep.

Adalah kutipan-kutipan dari orang-orang yang bekerja sangat keras didalam bisnis atau dalam mewujudkan mimpinya. 

Kurang tidur adalah simbol kerja keras dan pencapaian seseorang.

Intinya, jika ingin sukses, kurangi jam tidur..

Namun apakah ini tindakan yang benar?

Banyak sekali penyakit dari mulai diabetes, pegal-pegal, hingga kegemukan yang siap menyerang Anda jika Anda kurang tidur. Belum lagi masalah psikis seperti: mudah marah, gelisah, susah fokus, dll.

Menurut Anda berapa jam yang Anda butuhkan untuk bekerja setiap harinya? Atau lebih tepatnya: berapa jam yang Anda butuhkan setiap hari untuk membuat sesuatu yang benar-benar berdampak bagi bisnis dan kehidupan Anda?

Perhatikan lagi bagaimana Anda menghabiskan waktu, saya pernah membaca sebuah riset yang menyatakan bahwa rata-rata manusia modern hanya benar-benar fokus bekerja selama 6 jam seminggu. Sisanya adalah pekerjaan repetitif, interupsi, ngobrol dengan orang, dan tindakan tidak produktif lain.

Rasulullah SAW juga tidak berbincang setelah Sholat Isya, hal ini bisa kita temukan dalam berbagai riwayat.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata:

“Nabi SAW selalu melarang kami berbincang-bincang setelah Isya’.” (Diriwayatkan Ahmad dalam Al-Musnad dan Ibnu Majah dalam Sunan.)

Diriwayatkan dari Abi Barzah al-Aslami ra.:

“Bahwa Nabi SAW lebih senang mengakhirkan sholat Isya’. Beliau tidak senang tidur sebelum Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (Diriwayatkan al-Bukhari dalam Shahih-nya.)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa Nabi SAW bersabda:

“Tidakboleh berbincang-bincang (setelah Isya’) kecuali bagi orang-orang yang melakukan sholat atau bepergian.” (Diriwayatkan Ahmad dalam al-Musnad, ath-Thayalisi, Ibn Nash al-Marwazi dalam Qiyam al-Lail, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, Abu Ya’la dan al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih al-Jami’ nomor 7375.)

Dimana para ulama sepakat bahwa “tidak berbincang-bincang” disini adalah anjuran untuk beristirahat/ tidur, kecuali ada hal-hal yang penting sekali seperti melaksanakan Sholat, atau kewajiban lain. Hal ini agar kita bisa bangun di 2/3 malam untuk melakukan Sholat Tahajud (walaupun Sholat Tahajud tidak harus tidur terlebih dahulu) yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW hingga beliau meninggal.

Jika kita sesuaikan dengan kondisi waktu saat ini, dimana Isya itu dimulai sekitar jam 7 malam, maka dengan asumsi kita melaksanakan sholat, makan malam, dll. Maka waktu yang baik untuk tidur itu tidak lebih dari jam 8-9 malam. Bangun pada 2/3 malam (sekitar jam 2) tidur lagi untuk kemudian bangun saat sholat subuh (jam 04:30.)

Maka dari konfigurasi diatas, jika kita tidur jam 8 malam, maka hitung-hitungan kasar jumlah jam tidur yang dianjurkan adalah:

8 malam sampai jam 2 malam = 5 jam.

Sholat malam sekitar 30 menit sampai satu jam.

Tidur lagi jam 3 sampai setengah 5 = 1.5 jam.

Total 5 + 1.5 = 6.5 jam.

Dari sisi sains, kurang tidur juga akan meningkatkan kadar alkohol dalam darah yang setara dengan orang yang mabuk atau terlalu banyak minum minuman beralkohol (diatas 0.05%.)

Lihat eksperimennya disini: http://youtu.be/qktgwCUv5AI?t=4m29s

Ini artinya, jika Anda kurang tidur, Anda akan menjalani hari-hari Anda seperti layaknya orang yang sedang dibawah pengaruh alkohol, bayangkan jika Anda menyetir atau melakukan hal lain. Apalagi kalau Anda membutuhkan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi seperti menulis, memprogram (coding), melakukan bedah (operasi), dll.

Dr. Kirk Parsley menjelaskan dengan gamblang bahayanya kurang tidur dalam presentasinya disini:




Saat ditanya bagaimana tidur yang ideal, Dr. Parsley menjawab:

The average is about 7.5 hours, once you have payed back your sleep debt. This will vary by about .5 hours depending on how taxing your day was. Completely dark room (invest in blackout curtains), Cool room (around 70 F), decrease blue light going into your eyes before bed (f.lux, gaming glasses, dim lighting etc.). Sleep tracking can help, but only if you like to geek out on that stuff, otherwise a sleep diary will work just as well (log bed time, wake time, how your feel, diet changes etc.) Of course NO ELECTRONICS in the bedroom! Same bed time, and wake time every day!

Dari jawaban diatas, Anda harus “membayar” hutang tidur Anda terlebih dahulu dengan tidur rata-rata 7.5 jam, lalu membiasakan tidur minimal 5 jam. Ruangan harus sangat gelap, dan TIDAK ADA ELEKTRONIK. Artinya tidak ada gadget disamping tempat tidur. Dan yang terpenting: usahakan tidur dan bangun di waktu yang sama.

Saat saya bahas masalah ini diantara teman-teman, banyak yang tidak setuju karena percaya orang-orang sukses tidak tidur atau tidurnya sangat kurang. Sebenarnya ini juga tidak begitu benar. Ini jumlah jam tidur beberapa orang-orang sukses (dari berbagai sumber):

  1. Thomas Edison: 4 jam.
  2. Marissa Mayer (CEO Yahoo): 4-6 jam.
  3. Jack Dorsey (Pendiri Twitter, CEO Square): 4-6 jam.
  4. Donald Trump: 4-5 jam.
  5. Barrack Obama: 6 jam.
  6. Warren Buffet: 7 jam.
  7. Bill Gates: 4 Jam (di meja kerja, saat masih membangun Microsoft.)
Seperti yang Anda lihat, kalaupun kurang tidur, rata-rata hanya sedikit dibawah 5 jam. Bahkan Warren Buffet yang lebih kaya dari semua orang diatas memiliki jam tidur yang lebih lama.

Kesimpulan


Jadi kesimpulannya:

  1. Kurang tidur itu membunuh.
  2. Tidak tidur bukan berarti lebih produktif, dan bukan berarti lebih banyak pekerjaan selesai.
  3. Jam tidur ideal adalah 5 sampai 7.5 jam. Dianjurkan 6.5 jam.
  4. Usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.
  5. Daripada mengurangi jam tidur, lebih baik mengurangi hal-hal yang membuat Anda tidak fokus bekerja. Ya, termasuk LINE Let's Get Rich.
  6. Orang-orang paling sukses di dunia tidur lebih banyak dari yang Anda duga.
  7. Kurang tidur tidak sama dengan kerja keras.

Jika Anda sedang sedih, gundah, banyak pikiran, tidurlah. Karena tidur adalah meditasi terbaik. Dan gratis..

Sleep is the best meditation - Dalai Lama.

Baca juga ini:


Bagaimana menurut Anda? Berapa Jam Anda tidur setiap hari?


Yuk ngobrol dengan saya di Twitter.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar