FikryFatullah.com

Tentang Kerja Dari Rumah (Atau Dari Mana Saja) Bagian 2

Leave a Comment
Catatan: artikel ini awalnya ditulis di Facebook pribadi saya saat perjalanan ke Jakarta di bulan Mei 2015.

Jakarta Pagi ini..Didalam hati saya percaya lbh 50% dari org yg pergi kekantornya ga perlu berada disana untuk...
Posted by Fikry Fatullah on Tuesday, May 26, 2015



Jakarta Pagi ini..

Didalam hati saya percaya lbh 50% dari org yg pergi kekantornya ga perlu berada disana untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Mungkin Saya salah, tapi gimana kalo bener? Berapa banyak biaya yang bisa di hemat?

Tentu saja pekerja seperti Customer service atau office boy harus secara fisik berada disana.. Tapi bagian administrasi? Keuangan? Marketing? Legal?

Hampir semua urusan dokumentasi bisa selesai via cloud.

Saya yakin banyak pekerjaan mereka bisa beres dari mana aja tanpa harus ke kantor. Solusi macet Jakarta mungkin bukan infrastruktur, tapi mungkin udah didepan mata kita selama ini: internet..

Wordpress bisa berjalan dengan 350an karyawan dari 40an kota, dengan 17 zona waktu berbeda dan mereka berkontribusi terhadap 22% dari seluruh website didunia. Saya yakin hanya sedikit sekali perusahaan di Indonesia yg lebih sibuk dari mereka.

Basecamp dan Buffer juga hampir 100% pekerjanya remote.

Masalah perusahaan di Indonesia tidak mau karyawan nya bekerja remote mungkin sesederhana: direksinya tidak tahu itu bisa dilakukan, dan berhasil.

Ga tau tools nya udah ada, ga tau kalo meeting bisa dilakukan secara remote, ga tau kalo kolaborasi bisa realtime tanpa satu ruangan.

Yang tau? Biasanya ga berani karena budaya perusahaan nya sulit diubah.

Banyak perusahaan lebih mempercayakan pekerja dari pihak luar (konsultan, agency, dll) untuk mengerjakan pekerjaan besar daripada mempercayai pekerjanya sendiri untuk bekerja dari mana saja.

YukBisnis sendiri beberapa org timnya sudah kerja remote dari 3 kota berbeda di Indonesia. Salah seorang malah mau S2 di Kuala Lumpur dan berencana untuk bekerja darisana. Tidak banyak memang, tapi Ini sebuah permulaan.. Apakah nanti akan berhasil? Saya ga tau. Tapi gimana kalo berhasil?

Semua yang terlibat dalam penulisan buku BOM tidak pernah tatap muka. Penulisnya di desa Cipeundeuy dan Depok, editornya di Bandung dan Pekanbaru, cs di Semarang, penerbit di Padalarang. Toh buku nya jadi dan Alhamdulillah laris.

Begitu banyak bakat dan orang dengan dedikasi luar biasa di Indonesia yang sayang bgt kalo ga bergabung ke Yubi hanya karena alasan jarak atau lokasi. Ato mungkin karena orgtuanya ga ada temen dirumah kalo dia pergi.

Gimana kalo dia bisa kerja darimanapun dia mau?

Memang ini ga untuk semua profesi, ga untuk semua perusahaan, tapi apa ga penasaran gitu pengen nyoba?

Yakin yg kekantor itu kerja? Yakin lebih produktif?

Oh iya, bisa bekerja dari mana aja juga punya kelebihan besar lain: kerjanya lebih bahagia.

سهل الله لنا الخير حيثما كنا

SahhalAllah lanal khaira haitsuma kunna.

Semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada.


Yuk ngobrol dengan saya di Twitter.

Untuk artikel bagian pertama, silahkan klik disini.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar