FikryFatullah.com

Jebakan Membina Reseller

Leave a Comment


Bismillah...

Ada tulisan bagus dari guru saya yang mungkin harus Anda baca. Judulnya Jebakan Pembina.

Ringkasan tulisannya kira-kira seperti ini:

Seorang mentor berkata “Orgasmeku itu di depan panggung, saat berbagi dengan orang lain”

Berdiri di depan panggung, berbicara di depan ratusan hingga ribuan orang mungkin bagi sebagian orang adalah impian. Saya pun pernah masuk dalam ‘jebakan’ itu.

Awalnya memang beneran untuk berbagi, lama kelamaan jadi kecanduan. Kemudian bisnis mulai ditinggalkan, alasannya sudah ‘auto pilot’. Padahal bisnis masih seumur jagung dan budaya perusahaan belum terbentuk dengan kokoh.

“Sudah ada SOP koq..” >> SOP hanyalah bagian kecil dari SISTEM. Yang terpenting adalah orang-orang yang mau bekerja dengan harmonis dalam aturan-aturan (SOP) tersebut, tertulis atau tidak tertulis..!!!

Penyakit tinggi hati pun mulai menggerogoti, hingga merasa diri adalah orang sukses yang tak boleh ‘tampak’ gagal. Karena sering ditinggal tanpa kontrol, bisnis mulai menurun, padahal bisnis binaan tambah menaik.

Sejenak saya teringat pesan guru saya, “Janganlah kamu sibuk membina orang lain, sedangkan dirimu sendiri binasa..”

Astaghfirullaah.. baru tersadar, bahwa habitat pengusaha itu bukan di panggung, tapi di tempat bisnis. Berbeda dengan motivator yang selalu teriak “Luar Biasaaa..!”, kita mah “Biasa Diluaaar..!”

Pengusaha itu wajar jika bangkrut, karena punya bisnis. Jadi jangan malu dan tak perlu ditutupi jika sedang bangkrut. Justru bangkrut adalah pengalaman berharga yang harus dibagikan, agar calon pengusaha tak hanya tahu enaknya saja, tapi juga siap dengan pahitnya.

Sekali lagi…

“Janganlah kamu sibuk membina orang lain, sedangkan dirimu sendiri binasa..”



Tulisan yang sangat powerfull menurut saya. Namun menurut saya ada yang lebih berbahaya: jebakan membina reseller.

Jika jebakan pembina kita membina bisnis orang lain, maka jebakan reseller adalah kita membina orang lain yang berada didalam bisnis kita sendiri. Jadi seolah-olah kita sedang mengembangkan bisnis kita sendiri dengan membina reseller, padahal kenyataannya sama saja, kita sibuk membina orang lain untuk berkembang sehingga meninggalkan bisnis kita sendiri.

Masalah utamanya menurut saya dari tulisan diatas adalah “merasa bisnis sudah auto-pilot“.

Kejadian ini terjadi pada bisnis teman saya, sebut saja namanya Bunga (biar mirip berita kriminal).

Bunga meninggalkan bisnisnya yang (menurutnya) sudah berjalan untuk kemudian menghabiskan waktunya membina orang lain sebagai reseller untuk nantinya membantu Bunga menjualkan aksesoris wanita yang Ia jual.

Karena Bunga merasa harus membangun kedekatan emosional dengan reseller, maka Ia mulai mencari tahu bagaimana Ia bisa membantu masalah yang dihadapi Reseller dalam menjualkan produknya.

“Biar jangan dianggap cuma mau bisnis aja mas…”

Katanya…

Namun apa yang terjadi? Bunga mulai terlibat terlalu dalam secara emosional dan mulai mendengarkan curhatan-curhatan pribadi resellernya yang menarik waktu dan energinya semakin jauh dari bisnis dan semakin banyakke orang lain. Bisnis yang menurut bunga sudah auto-pilot pun mulai merasakan dampaknya dan mulai kocar-kacir.

Kejadian yang dialami Bunga diatas, juga menimpa beberapa orang teman saya yang lain yang bisnisnya mulai berkembang. Mungkin termasuk saya sendiri.

Jangan salah, membina orang lain itu hal yang mulia, namun kalau hal itu sampai mematikan bisnis Anda, itu bisa jadi malapetaka.

Kenyataannya: banyak hal yang saya jumpai dalam membina reseller (dalam kasus saya adalah affiliate) adalah hal berulang. Pertanyaan yang saya jumpai biasanya itu-itu saja. Karenanya saya mencoba membalik prosesnya, kenapa tidak reseller-nya saja yang di auto-pilot kan? Jadi dengan begitu saya bisa fokus menjalankan bisnis saya sendiri saat resellernya saya rekrut dan bina secara auto-pilot.

Kalaupun saya harus berhubungan langsung dengan reseller secara manual, tentunya tidak menghabiskan waktu yang banyak karena hanya menjawab pertanyaan yang mungkin tidak ada di sistem otomatis.

Mungkin Anda bertanya:

Bagaimana membinanya secara otomatis?

Bagaimana membangun hubungan secara emosional kalau kita tidak bertemu langsung dengan reseller?

Bagaimana mengevaluasi kerja mereka?

Jawaban dari pertanyan-pertanyaan diatas dan banyak lagi, akan ada di

WebinarBOM Premium: Sistem Reseller Otomatis


Keterangan lengkapnya bisa Anda lihat di >> http://premium.kajianbisnis.online

Saya ulangi kata-kata guru saya diatas:

“Janganlah kamu sibuk membina orang lain, sedangkan dirimu sendiri binasa..”

Waktu Anda sangat berharga, hati-hati menggunakannya untuk orang lain. Anda berhak memilih untuk membagikannya ke siapa yang Anda mau.

Sampai ketemu saat #WebinarBOM berlangsung…


Tulisan aslinya bisa Anda baca disini >> https://www.facebook.com/groups/ForumJayaSetiabudi/permalink/923717844391587/

Yuk ngobrol dengan saya di Twitter.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments:

Posting Komentar